- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pasokan Beras Terancam El ...
Pasokan Beras Terancam El Nino, Filipina Siap Rekayasa Hujan Buatan
Senin, 13 Jul 2026, 16:22 WIBMANILA - Departemen Pertanian Filipina akan melakukan operasi penyemaian awan di Provinsi Isabela bulan ini seiring El Nino terus mengancam produksi pangan.
Fenomena itu menyebabkan sekitar 31.000 hektare sawah yang mendapatkan pasokan air dari Sistem Irigasi Terpadu Sungai Magat (Magat River Integrated Irrigation System) mengalami kekeringan, demikian dilaporkan oleh media lokal pada Senin (13/7), lapor Kantor Berita Xinhua.
Menurut The Philstar, pemerintah provinsi juga telah mulai memberikan bantuan darurat kepada para petani yang terdampak. Sementara itu, para pejabat pertanian setempat diperintahkan untuk mempercepat proses verifikasi lahan pertanian yang rusak guna mempercepat penyaluran bantuan.
DA Filipina telah mengalokasikan benih kacang hijau untuk ribuan petani dan sedang menyiapkan tanaman tahan kekeringan lainnya, termasuk semangka, jagung, dan bawang bombai, guna membantu mereka tetap memperoleh penghasilan selama pasokan air irigasi masih terbatas.
Pihak berwenang mengatakan operasi penyemaian awan dan bantuan darurat bertujuan untuk meningkatkan curah hujan, mengurangi kehilangan hasil panen, serta melindungi mata pencaharian petani seiring berlanjutnya musim kemarau berkepanjangan. Ant
- El Nino
- Ferdinand Marcos Jr
- awan cumulonimbus
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
BEI Berpeluang Punya Tiga Nakhoda Baru: Kemenkeu, BI, dan Danantara
-
Jangan Tunggu Krisis! Daerah Rawan Pangan Harus Jadi Prioritas
-
Bersama Bung Karno, Forum Praksis Ajak Kembali Mengobarkan Semangat Pancasila bagi Indonesia dan Dunia
-
Senat Gelar Sidang Pemakzulan terhadap Wapres Duterte
-
Belarus Cemas Jumlah Latihan Militer NATO Meningkat Tajam
-
Harga Cabai Rawit Rp83.550/Kg, Telur Ayam Rp31.600/Kg
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.