Jude Bellingham, Jantung Inggris yang Terus Berdetak

Senin, 13 Jul 2026, 06:12 WIB

DI TENGAH hawa panas Miami dan tekanan laga hidup-mati, Jude Bellingham kembali membuktikan dirinya bukan sekadar bintang masa depan, melainkan pemimpin sejati Inggris. Dengan dua gol dan penampilan tanpa lelah, gelandang Real Madrid itu mengantar The Three Lions menyingkirkan Norwegia 2-1 lewat perpanjangan waktu sekaligus melangkah ke semifinal Piala Dunia.

Ketika peluit panjang berbunyi dan Inggris memastikan kemenangan dramatis atas Norwegia di perempat final Piala Dunia, Minggu (12/7) dini hari WIB, hanya ada satu nama yang menggema di Stadion Miami. Ribuan suporter menyanyikan “Hey Jude”, menenggelamkan lagu legendaris The Beatles yang diputar melalui pengeras suara. Seluruh penghormatan itu ditujukan kepada Jude Bellingham.

Ket. Foto: Gelandang Inggris, Jude Bellingham merayakan gol kedua timnya selama perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Inggris di Stadion Miami, Miami Gardens, pada 11 Juli 2026. — Sumber: MAURO PIMENTEL / AFP

Pada usia baru 23 tahun, Bellingham kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan sekaligus membangkitkan semangat satu tim. Inggris sempat tertinggal lebih dulu setelah Andreas Schjelderup membawa Norwegia unggul pada babak pertama. Harry Kane nyaris tak berkutik karena minimnya suplai bola.

Saat kebuntuan mulai menghinggapi Inggris, Bellingham mengambil alih panggung. Tepat pada pengujung babak pertama, dia membaca ruang dengan sempurna, minta umpan Anthony Gordon. Dia lalu menyelinap ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan dari sudut sempit yang mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut menjadi koleksi kelimanya di turnamen.

“Ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana, kami tetap menemukan cara untuk menang. Entah dalam 90 menit atau 120 menit, kami akan memberikan segalanya. Siapa pun yang masuk dari bangku cadangan langsung memberi dampak. Saya sangat bangga dengan tim ini dan kami kini berada di semifinal Piala Dunia,” ujar Bellingham.

Di babak tambahan, ketika banyak pemain mulai kehabisan tenaga akibat cuaca panas, Bellingham justru menemukan energi baru. Dia bereaksi paling cepat menyambar bola mentalatas kegagalan kiper Norwegia menangkap bola dari tembakan Morgan Rogers. Dia memastikan kemenangan Inggris 2-1.

Gol penentu itu sekaligus menyamai rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol nonpenalti terbanyak Inggris dalam satu turnamen besar. Bellingham juga menyamai Kane sebagai top skor Inggris di turnamen kali ini dengan enam gol.

Tak hanya menentukan lewat gol, Bellingham terus menjadi motor permainan. Saat Kane mulai kelelahan, dia tetap menjadi pemain terdepan dalam menekan pertahanan lawan, mengatur rekan-rekannya untuk mempersempit ruang gerak Norwegia.

Setelah berjuang selama 111 menit, pelatih Thomas Tuchel akhirnya menarik keluar gelandang itu. Seluruh stadion memberikan tepuk tangan meriah sebagai penghormatan atas penampilan luar biasanya. ben/G-1

  • Profil Bintang

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.