Baru Hitungan Hari, Meta Cabut Fitur AI Instagram setelah Dihujani Kritik

Minggu, 12 Jul 2026, 00:05 WIB

MENLO PARK – Meta akhirnya menghentikan fitur kecerdasan buatan (AI) kontroversial yang memungkinkan pengguna membuat gambar dengan merujuk pada akun Instagram publik. Keputusan itu diambil hanya beberapa hari setelah fitur tersebut diluncurkan dan memicu gelombang kritik, termasuk dari sejumlah agensi talenta Hollywood.

Dari Variety, Meta mengumumkan penghentian fitur itu pada Jumat (10/7), setelah menghadapi kritik terkait kebijakan opt-out. Fitur tersebut sebelumnya memungkinkan pengguna menghasilkan gambar melalui Meta AI dengan menyebut atau menandai akun Instagram publik yang ingin dijadikan referensi.

Ket. Foto: Kritik terutama tertuju pada sistem opt-out, yang membuat pengguna harus mengambil langkah-langkah tertentu lebih dahulu apabila tidak ingin konten publik mereka digunakan dengan cara tersebut. — Sumber: Istimewa

“Awal pekan ini, kami mengumumkan bahwa salah satu cara bagi pengguna untuk menghasilkan gambar di Meta AI adalah dengan menyebut akun Instagram publik yang ingin mereka jadikan referensi,” kata juru bicara Meta.

Meta menjelaskan bahwa fitur tersebut awalnya dirancang sebagai alat kreatif sekaligus memberikan kontrol kepada pengguna mengenai apakah konten publik mereka dapat dijadikan referensi.

Namun, perusahaan mengakui penerapan fitur tersebut tidak sesuai dengan harapan.

“Kami telah mendengar masukan bahwa fitur ini tidak mencapai sasaran, sehingga fitur tersebut tidak lagi tersedia,” ujar juru bicara Meta.

Kontroversi bermula setelah Meta memperkenalkan model AI gambar terbaru bernama Muse Image pada Selasa. Teknologi itu memungkinkan pengguna memanipulasi atau menghasilkan gambar seseorang hanya dengan menandai akun Instagram milik orang tersebut.

Kebijakan tersebut dengan cepat memicu kekhawatiran karena akun publik dapat digunakan sebagai referensi pembuatan gambar AI. Kritik terutama tertuju pada sistem opt-out, yang membuat pengguna harus mengambil tindakan apabila tidak ingin konten publik mereka digunakan dengan cara tersebut.

Penolakan tidak hanya datang dari pengguna. Sejumlah agensi talenta Hollywood juga ikut mengkritik kebijakan tersebut, menambah tekanan terhadap Meta untuk mengevaluasi fitur barunya.

Hanya berselang beberapa hari sejak diperkenalkan, Meta akhirnya menarik fitur tersebut. Penghentian ini menjadi contoh terbaru mengenai besarnya tantangan perusahaan teknologi dalam mengembangkan AI generatif, terutama ketika teknologi tersebut bersinggungan dengan penggunaan identitas dan konten milik orang lain di media sosial.

Meski fitur tersebut kini tidak lagi tersedia, kontroversi ini kembali memunculkan perdebatan mengenai batas penggunaan konten publik untuk pengembangan dan penerapan teknologi AI, serta seberapa besar kontrol yang seharusnya dimiliki pengguna atas penggunaan gambar dan identitas digital mereka.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.