Digitalisasi Keuangan Daerah Dipacu, Singkawang Andalkan QRIS Dinamis

Jumat, 22 Mei 2026, 21:50 WIB

BENGKAYANG – Percepatan transformasi digital di sektor keuangan daerah menjadi langkah penting untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akurasi pengelolaan anggaran publik.

Digitalisasi memungkinkan proses pembayaran, pencatatan, hingga pengawasan keuangan dilakukan lebih cepat dan terintegrasi sehingga dapat mengurangi potensi kebocoran maupun praktik administratif yang tidak efisien.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pedagang melayani konsumen yang memindai kode sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) saat berbelanja di gerai kuliner Pesta Rakyat, Banda Aceh, Aceh. — Sumber: ANTARA FOTO/ Khalis Surry

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat serta memperkuat basis data untuk pengambilan kebijakan yang lebih tepat.

Namun, keberhasilan transformasi digital tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur, keamanan sistem, dan kemampuan sumber daya manusia dalam mengoperasikan teknologi secara optimal.

Pemerintah Kota Singkawang terus mempercepat transformasi digital di sektor keuangan daerah melalui penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dengan meluncurkan QRIS Dinamis TCM untuk pembayaran pajak daerah dan penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD).

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Singkawang Siti Kodam Mariana, mengatakan digitalisasi transaksi menjadi langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efektif, dan modern.

“Pelaksanaan ETPD merupakan langkah strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan berbasis digital yang transparan, efektif, dan modern,” kata Siti Kodam Mariana dalam kegiatan High Level Meeting ETPD di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang, Jumat (22/5).

Menurut dia, transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam memperkuat sistem transaksi nontunai di lingkungan pemerintahan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Singkawang mulai menerapkan QRIS Dinamis TCM sebagai alternatif pembayaran pajak daerah yang dinilai lebih praktis, cepat, dan efisien.

Melalui sistem itu, masyarakat dapat melakukan pembayaran pajak secara digital tanpa dikenakan biaya administrasi tambahan.

“QRIS tanpa perlu biaya admin sehingga lebih ringan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kemudahan pembayaran digital dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Selain penerapan QRIS Dinamis TCM, Pemkot Singkawang juga mulai mengimplementasikan KKPD sebagai instrumen pembayaran resmi pemerintah daerah berbasis non-tunai.

Penerapan KKPD dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan belanja daerah karena seluruh transaksi tercatat secara digital, lebih cepat, aman, dan dapat dipantau secara real time.

Siti Kodam Mariana mengatakan implementasi dua sistem tersebut menjadi bagian dari roadmap ETPD Kota Singkawang periode 2026-2030 yang disusun sebagai tindak lanjut penguatan transformasi digital keuangan daerah.

“Kami optimistis implementasi QRIS Dinamis TCM dan KKPD menjadi langkah nyata dalam meningkatkan PAD sekaligus mempercepat transformasi digital pelayanan publik di daerah,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kota Singkawang akan terus memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia, perbankan, dan berbagai pihak lainnya guna memperluas penerapan transaksi non-tunai di berbagai sektor pelayanan publik dan ekonomi masyarakat.

  • Pemkot Singkawang
  • Digitalisasi Keuangan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.