Pemerintah Ubah Arah PRSU, Fokus Pertemukan UMKM dengan Pasar

Jumat, 10 Jul 2026, 18:45 WIB

JAKARTA – Perluasan akses pasar bagi UMKM menjadi faktor kunci untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Akses yang lebih luas, baik melalui platform digital, kemitraan dengan industri besar, maupun penetrasi pasar ekspor, dapat mendorong peningkatan skala usaha, omzet, dan penciptaan lapangan kerja.

Ket. Foto: Perajin menenun kain ulos khas Karo di Kampung Ulos, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (8/7/2026). — Sumber: ANTARA FOTO/Yudi Manar

Namun, keberhasilan upaya tersebut juga bergantung pada peningkatan kualitas produk, sertifikasi, kapasitas produksi, serta kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi dan memahami kebutuhan pasar.

Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, UMKM berpeluang naik kelas dan menjadi bagian penting dalam rantai nilai global.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meminta agar Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) dikembangkan menjadi ajang business matching yang mampu memperluas akses pasar dan menghasilkan kontrak dagang berkelanjutan bagi pelaku UMKM.

Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Reghi Perdana, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (10/7), mengatakan PRSU memiliki potensi strategis sebagai instrumen pengembangan ekonomi daerah, karena tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga dapat memperkuat jejaring bisnis UMKM.

Dalam kunjungannya bersama Komisi VII DPR RI ke PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), di Medan, Jumat, Reghi meminta penyelenggaraan PRSU ke depan diarahkan agar memberikan dampak ekonomi yang lebih terukur bagi pengusaha UMKM.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan, menurut dia, adalah menjadikan business matching sebagai bagian utama dari rangkaian kegiatan.

Forum tersebut, kata Reghi, dapat mempertemukan produsen lokal dengan calon pembeli, distributor, agregator, hingga mitra usaha dari pasar nasional maupun internasional.

“Skemanya perlu diperluas, tidak sekadar business to customer, tetapi juga business to business, sehingga berpeluang menghasilkan kontrak dagang dalam skala lebih besar dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menilai penguatan skema business to business akan membuat PRSU tidak berhenti sebagai ajang promosi jangka pendek, tetapi menjadi pintu masuk bagi UMKM Sumatera Utara untuk memperluas rantai pasok, meningkatkan kapasitas usaha, dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengatakan penyelenggaraan PRSU ke depan perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian UMKM.

PRSU 2026 menjadi penyelenggaraan ke-50 dengan mengusung tema “Harmoni Emas”. Kegiatan tersebut menghadirkan pameran pembangunan dari 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara (Sumut) serta perwakilan Penang, Malaysia.

Selain menjadi ruang hiburan masyarakat, PRSU juga menjadi wadah promosi potensi daerah, mulai dari produk unggulan UMKM, destinasi pariwisata, peluang investasi, hingga kekayaan budaya Sumut.

PRSU 2026 juga menghadirkan pameran pembangunan, bazar UMKM, festival kuliner, pertunjukan seni budaya, serta berbagai kegiatan ekonomi kreatif.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.