KAI Angkut 1,17 Juta Ton Semen dan Klinker selama Semester I 2026

Jumat, 10 Jul 2026, 19:25 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia mengangkut 1.170.912 ton semen dan klinker sepanjang Semester I 2026. Angkutan logistik berbasis rel tersebut mendukung kelancaran rantai pasok pembangunan infrastruktur nasional secara berkelanjutan.

Volume pengiriman bahan baku semen tersebut berkontribusi menjaga stabilitas stok material pada berbagai daerah. Distribusi komoditas ini juga membantu dunia usaha mengelola biaya operasional pengiriman secara lebih efisien.

Ket. Foto: — Sumber: KAI

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan peran penting angkutan barang bagi pembangunan. Perusahaan tersebut mencatatkan total pengiriman semen mencapai 2.851.615 ton sepanjang periode tahun 2025 lalu.

“Setiap ton semen dan klinker yang bergerak melalui kereta api memiliki arti bagi rantai pasok pembangunan. Dari pabrik menuju titik distribusi, layanan ini membantu menjaga pasokan material agar lebih terencana, lebih stabil, dan memberi manfaat bagi dunia usaha maupun masyarakat,” ujar Anne.

Ia menerangkan keunggulan moda transportasi kereta api dalam mengangkut barang berkapasitas besar secara terjadwal. Pola distribusi tersebut sangat membantu pelaku industri untuk menjaga kepastian pasokan material pembangunan nasional.

“Bagi pelanggan perusahaan, kepastian jadwal dan kapasitas besar membantu proses distribusi berjalan lebih baik. Bagi masyarakat, rantai pasok yang lancar dapat mendukung ketersediaan material pembangunan, menjaga aktivitas ekonomi daerah, serta membantu dunia usaha mengelola biaya distribusi,” kata Anne.

Manajemen merilis data kinerja angkutan tersebut dalam siaran pers resmi pada hari Kamis (9/7). Pemerintah menargetkan biaya logistik nasional turun menjadi 13,52 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mencatat biaya logistik Indonesia masih berada pada angka 14,29 persen. Penurunan biaya logistik menuju target 12,50 persen PDB berpotensi menghemat anggaran hingga Rp426,40 triliun per tahun.

Lembaga International Energy Agency (IEA) mencatat moda kereta api melayani sekitar enam persen angkutan barang dunia. Penggunaan jalur rel kereta api tersebut dilaporkan hanya menyumbang sekitar satu persen dari emisi transportasi global.

Pengiriman barang menggunakan jalur kereta api mampu menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 75 persen dibanding truk. Penggunaan rel berpotensi menghindari emisi sekitar 5.444 ton karbon dioksida ekuivalen untuk setiap 100 kilometer pengiriman.

Ia memaparkan keunggulan ramah lingkungan dari pengoperasian moda transportasi massal tersebut secara luas kepada publik. Langkah taktis tersebut diyakini mampu menekan beban jalan raya serta meminimalkan potensi kecelakaan lalu lintas darat.

“Manfaat layanan barang berbasis rel tidak berhenti pada efisiensi biaya. Layanan ini juga dapat membantu menata lalu lintas logistik, mengurangi tekanan kendaraan berat di jalan raya, mendukung keselamatan perjalanan, serta memperkuat agenda keberlanjutan perusahaan,” kata Anne. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.