Garap Potensi Besar Ekonomi Kreatif, Wamenekraf Rayu Investor Tanam Modal
Jumat, 10 Jul 2026, 18:35 WIBJAKARTA â Investasi di sektor ekonomi kreatif semakin menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru karena mampu menciptakan nilai tambah berbasis inovasi, talenta, dan kekayaan intelektual.
Masuknya investasi tidak hanya memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam mengembangkan produk dan memperluas pasar, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas di berbagai subsektor kreatif.
Agar dampaknya optimal, investasi perlu didukung oleh ekosistem yang kondusif, mulai dari kemudahan pembiayaan, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas kreatif sehingga mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengajak investor untuk menanamkan modal di sektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi pertumbuhan yang besar dan layak menjadi kelas aset baru yang menjanjikan bagi investor global.
Ia mengatakan Kemenekraf berkomitmen memperkuat infrastruktur keuangan melalui sekuritas kekayaan intelektual di sektor perbankan sehingga menjadi alat ukur baru yang membantu perbankan menilai aset kreatif sebagai aset pembiayaan.
âLangkah inovatif ini hadir untuk menciptakan alat ukur baru yang membantu perbankan menilai aset kreatif, baik yang sudah menghasilkan pendapatan maupun yang masih berupa hak cipta/desain baru, sehingga para pelaku industri kreatif kita mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah untuk meningkatkan skala usahanya," ujar Irene dalam keterangan yang diterima, Jumat (10/7).
Optimisme terhadap daya tarik aset baru ini diperkuat realisasi investasi sektor ekonomi kreatif Indonesia yang terus tumbuh. Hingga kuartal ketiga tahun 2025, realisasi investasi ekonomi kreatif mencapai Rp132,04 triliun, atau sekitar 9 persen dari total investasi nasional, sekaligus memenuhi 97 persen dari target tahunan.
Sementara itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif juga menunjukkan tren positif dengan mencapai 5,54 persen pada akhir tahun 2025, berhasil melampaui target yang ditetapkan sebesar 5,3 persen.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, selain fokus pada urusan permodalan, Kementerian Ekraf juga bergerak cepat menyelesaikan permasalahan pembayaran internasional bagi para kreator melalui perluasan QRIS di luar negeri.
Irene juga mengatakan akan terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan akses pembiayaan dan investasi, pengembangan startup dan ekosistem digital, hingga mempercepat transformasi ekonomi digital.
âKami turut memanfaatkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan blockchain untuk melindungi hak cipta karya lokal sekaligus mempermudah produk kreatif Indonesia menembus pasar global," ujar Wamen Ekraf.
Ia mengatakan melalui partisipasi dalam Finance 2045 yang diselenggarakan Trescon Global, Kementerian Ekraf berharap kolaborasi dengan investor global, lembaga keuangan, dan mitra strategis semakin kuat sehingga mampu membuka peluang pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor ini sebagai mesin ekonomi baru nasional.
- investasi
- ekraf
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Puluhan Lampu di Jalan Pemuda Rawamangun Kembali Menyala Usai Dicuri
-
Pertamina Jatimbalinus Tertibkan SPBU Rote Ndao: BBM Diprioritaskan untuk Pengendara.
-
Skor Demokrasi Jawa Tengah Naik, Kini Masuk 3 Besar Nasional
-
Kwarda Jateng Dorong Banyumas Jadi Percontohan Pengembangan Kepramukaan
-
Pemprov Tawarkan Investasi Senilai Rp271 Triliun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.