Final Sesama Petenis Ceko Tercipta di Wimbledon 2026, Tradisi Juara Terus Berlanjut

Jumat, 10 Jul 2026, 08:41 WIB

LONDON – Lapangan rumput hijau Wimbledon kembali menjadi panggung kejayaan tenis putri Republik Ceko. Final tunggal putri edisi 2026 dipastikan menghadirkan laga sesama petenis Ceko setelah Linda Noskova dan Karolina Muchova sama-sama sukses melewati babak semifinal, Jumat (10/7) dini hari WIB.

Pertemuan kedua pemain tersebut mencatat sejarah sebagai final Grand Slam pertama di era profesional yang mempertemukan dua petenis putri Ceko. Fakta bahwa momen bersejarah itu terjadi di Wimbledon pun dianggap bukan sebuah kebetulan.

Ket. Foto: Karolina Muchova. — Sumber: WTA

Dalam beberapa tahun terakhir, Wimbledon memang menjadi "rumah kedua" bagi para petenis putri Ceko. Siapa pun yang keluar sebagai juara pada final Sabtu nanti akan melanjutkan dominasi negara itu dengan menghadirkan gelar Wimbledon ketiga dalam empat edisi terakhir.

Sebelumnya, Marketa Vondrousova menjadi juara pada 2023, disusul Barbora Krejcikova pada 2024.

Tradisi tersebut sebenarnya telah berlangsung jauh lebih lama. Petra Kvitova pernah mengangkat trofi pada 2011 dan 2014, sedangkan mendiang Jana Novotna menjadi juara pada 1998.

Belum lagi legenda tenis Martina Navratilova, yang meraih gelar Wimbledon pertamanya sebagai wakil Cekoslowakia pada 1978 sebelum kemudian menjadi warga negara Amerika Serikat. Hingga kini, Navratilova masih memegang rekor sembilan gelar tunggal Wimbledon.

Kesuksesan tenis Ceko memang tidak hanya terjadi di Wimbledon. Namun, lapangan rumput All England Club tampaknya selalu mampu mengeluarkan permainan terbaik para petenis negeri tersebut.

Noskova mengakui ada pola pembinaan yang hampir sama bagi para petenis Ceko sejak usia dini.

"Saya rasa ini sudah menjadi tradisi. Kami semua dibesarkan dengan cara yang hampir sama dalam hal gaya bermain dan pembinaan tenis, meskipun pada akhirnya masing-masing memiliki karakter yang berbeda," ujar petenis berusia 21 tahun itu.

Pada semifinal, Noskova tampil impresif ketika menaklukkan Marta Kostyuk dua set langsung 6-4, 6-4 untuk memastikan tiket ke final Grand Slam pertamanya.

Servis keras, pukulan groundstroke bertenaga, serta kemampuan bermain di depan net menjadi senjata utama Noskova sepanjang turnamen.

Menurutnya, karakter permainan petenis Ceko sangat cocok dimainkan di lapangan rumput.

"Kami adalah pemain yang kreatif. Lapangan rumput memungkinkan kami menggunakan semua aspek permainan, mulai dari servis dan volley seperti era dulu hingga slice dan permainan di depan net seperti sekarang," katanya.

"Kami memiliki banyak variasi permainan, dan rumput memberi kesempatan untuk memaksimalkan semuanya."

Di sisi lain, Karolina Muchova juga memperlihatkan kualitasnya sebagai spesialis lapangan rumput saat menyingkirkan unggulan Amerika Serikat Coco Gauff melalui pertarungan sengit yang ditentukan tie-break set ketiga.

Unggulan ke-10 itu memperagakan berbagai pukulan spektakuler, mulai dari volley sulit di depan net, lob topspin yang akurat, hingga servis ace pada momen-momen krusial.

Ketika ditanya mengenai rahasia dominasi Ceko di Wimbledon, Muchova mengaku tidak memiliki jawaban pasti.

"Saya tidak punya teori khusus," ujarnya sambil tersenyum. "Yang pasti, kami memiliki sejarah tenis yang luar biasa. Ketika masih kecil, saya selalu melihat para pemain yang usianya lima atau enam tahun lebih tua tampil sangat baik. Itu menjadi motivasi bagi kami."

Muchova juga bangga karena negaranya yang berpenduduk relatif kecil terus mampu melahirkan pemain-pemain kelas dunia.

"Menyenangkan melihat negara sekecil kami bisa memiliki begitu banyak petenis hebat," katanya.

Statistik memperlihatkan mengapa Noskova menjadi salah satu favorit juara tahun ini.

Kemenangan atas Kostyuk merupakan kemenangan ke-19 Noskova di lapangan rumput dalam dua musim terakhir, jumlah terbanyak dibandingkan petenis putri mana pun di WTA Tour.

Pecinta alam yang gemar menghabiskan waktu di luar lapangan itu mengaku semakin memahami cara memaksimalkan permainannya di atas rumput.

"Saya merasa gaya bermain saya benar-benar cocok untuk lapangan rumput dan sejauh ini semuanya memberikan hasil yang sangat baik," tutur Noskova.

Kini, satu hal sudah dipastikan: trofi Venus Rosewater Dish akan kembali berada di tangan petenis Ceko. Yang menjadi pertanyaan hanyalah apakah Linda Noskova akan meraih gelar Grand Slam pertamanya, atau Karolina Muchova akhirnya menuntaskan penantian panjang untuk menjadi juara Wimbledon.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.