Kemendikdasmen: MPLS Ramah Awal Bangun Kepercayaan Diri Murid Berkebutuhan Khusus

Rabu, 08 Jul 2026, 16:38 WIB

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tidak hanya menjadi masa beradaptasi, namun juga langkah awal untuk membangun kepercayaan diri murid dengan status anak berkebutuhan khusus (ABK).

Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen, Suryadi mengatakan MPLS Ramah bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, melainkan menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai penghormatan terhadap martabat murid, membangun budaya sekolah yang positif, memperkuat karakter, serta memberikan pengalaman awal yang menggembirakan, termasuk bagi murid ABK.

Ket. Foto: Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen, Suryadi — Sumber: antara foto

“Bagi murid berkebutuhan khusus, proses adaptasi tidak hanya berkaitan dengan mengenal lingkungan fisik sekolah, tetapi juga membangun hubungan yang positif dengan para guru, teman sebaya, dan tenaga kependidikan,” kata Suryadi dalam webinar bertajuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jakarta Pusat, Rabu (8/7).

Selain membangun hubungan yang positif, lanjutnya, rangkaian kegiatan MPLS Ramah juga menjadi langkah awal bagi murid ABK untuk memahami berbagai layanan dan dukungan yang tersedia di lingkungan sekolah masing-masing.

Karena itu, pihaknya berharap seluruh satuan pendidikan luar biasa (SLB) dapat menyusun dan menyelenggarakan rangkaian kegiatan MPLS Ramah yang inklusif, aman, menyenangkan dan mengakomodasi kebutuhan serta karakteristik hambatan setiap murid ABK.

Ia menambahkan Kemendikdasmen telah menyiapkan rujukan sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan SLB selama rangkaian MPLS Ramah guna mengakomodasi hambatan para murid ABK.

Bagi SLB, kata dia, Kemendikdasmen telah menyiapkan empat buku rujukan kegiatan selama MPLS yang menyesuaikan dengan hambatan para murid, yakni disabilitas netra untuk SLB A, disabilitas rungu untuk SLB B, disabilitas grahita untuk SLB C, dan disabilitas daksa untuk SLB D.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.