Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Papua Prioritaskan Jalan Jayapura-Nabire untuk Perkuat Konektivitas dan Ekonomi

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 16:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Papua Prioritaskan Jalan Jayapura-Nabire untuk Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Doc: Antara
Ket. Gubernur Papua Mathius D Fakhiri.

Jayapura - Gubernur Papua Mathius D Fakhiri memprioritaskan pembangunan jalan darat yang menghubungkan Jayapura hingga Nabire sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan membuka akses antarwilayah.

“Pembangunan jaringan transportasi darat menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah,” katanya di Jayapura, Rabu (8/7).

Menurut Fakhiri, sebagian ruas jalan yang direncanakan merupakan kewenangan provinsi maupun kabupaten yang memiliki fungsi penting dalam membangun koridor transportasi kawasan utara Papua.

"Visi besar kami adalah membangun koridor transportasi yang saling terhubung dari Jayapura menuju Biak, Serui, Waropen, Nabire hingga Sarmi dan daerah lainnya,"ujarnya.

Dia menjelaskan, apabila jaringan jalan tersebut dapat terwujud, masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada transportasi laut yang selama ini membutuhkan waktu tempuh lebih lama akibat kondisi geografis Papua.

"Kalau jalan dari Serui menuju Yapen Utara atau Yapen Barat sudah baik, masyarakat tidak perlu lagi memutar perjalanan. Dari sana kami harapkan ada dukungan Kementerian Perhubungan agar tersedia layanan penyeberangan menuju Biak sehingga konektivitas semakin efisien,"katanya lagi.

Dia menambahkan rencana pembangunan tersebut juga mencakup penguatan konektivitas antara Biak dan Supiori, Serui menuju Waropen hingga tersambung ke Nabire. Oleh sebab itu dalam jangka panjang, pihaknya berharap pembangunan jaringan jalan dapat diteruskan menuju Mamberamo Raya hingga terkoneksi dengan Kabupaten Sarmi sehingga terbentuk jalur transportasi darat yang menghubungkan berbagai wilayah di Tanah Papua.

"Kalau seluruh jaringan ini terkoneksi, maka lalu lintas darat di Papua akan semakin terintegrasi. Dampaknya bukan hanya mempercepat mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya mengakui pembangunan jalan menuju wilayah pegunungan telah mengalami kemajuan, namun penyelesaiannya masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kondisi keamanan di beberapa daerah.

“Karena itu, pemerintah provinsi mengusulkan percepatan pembangunan jalur utara Papua sebagai alternatif yang dinilai lebih memungkinkan untuk segera diwujudkan. Apalagi keberadaan jaringan jalan di wilayah utara akan semakin memperkuat sistem transportasi laut yang juga sedang dipersiapkan pemerintah daerah,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.