Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dollar Naik, Harga Mobil Kemungkinan Bakal Ikut Naik

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 16:38 WIB | Oleh:
Dollar Naik, Harga Mobil Kemungkinan Bakal Ikut Naik Doc: antara foto
Ket. Produk baru Produsen otomotif Chery

JAKARTA - Produsen otomotif Chery tengah mengkaji kemungkinan penyesuaian harga kendaraan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang berpotensi berdampak pada kenaikan berbagai biaya operasional hingga produksi.

Ditemui di Jakarta Senin (18/5) malam, Country Director Chery Sales Indonesia (CSI) Zeng Shuo menyebut pihaknya masih melakukan perhitungan terkait potensi dampak kenaikan biaya terhadap harga jual kendaraan.

“Kita juga lagi lihat karena sekarang salah satu alasannya semua biaya lagi naik jadi ada faktor itu juga. Kita lagi coba kalkulasi, tapi kalau biaya tetap naik ada kemungkinan harganya naik juga,” ujar Zeng.

Sementara itu, BYD mengungkap telah mengkaji berbagai kemungkinan dampak yang terjadi akibat kondisi ekonomi yang tengah terjadi. Meski belum berencana mengubah harga dalam waktu dekat, BYD tidak menampik kemungkinan hal tersebut untuk dilakukan pada masa mendatang.

"Kita telah memikirkan kondisi-kondisi ini melalui studi komprehensif dan sampai saat ini kami masih tetap positif dan percaya diri dengan strategi yang kami miliki, baik secara produk, harga, juga promosi-promosi yang kami akan lakukan. Kalau ditanya potensi (kenaikan harga) mungkin saja, tapi saat ini tidak dalam strategi jangka pendek kami," kata Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motors Indonesia Luther Panjaitan.

Luther menilai dinamika ekonomi saat ini perlu menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Ditemui pula di kawasan Bogor, Rabu (13/5) lalu, Luther mengungkap kondisi ekonomi global dan ketegangan geopolitik turut memberikan dampak terhadap industri otomotif, termasuk di Indonesia.

“Kita turut prihatin dengan situasi dinamika ekonomi sekarang. Tapi rasanya sudah ada tim khusus yang memang khusus mengurusi soal dinamika ekonomi yang ada di Indonesia. Tentunya yang kita sangat harapkan jangan sampai terjadi satu dampak kepada daya beli,” imbuhnya.

BYD menilai daya beli masyarakat menjadi faktor penting bagi industri otomotif secara keseluruhan. Menurut perusahaan, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kendaraan listrik, tetapi juga kendaraan berbasis mesin konvensional maupun elektrifikasi.

“Karena daya beli ini penting buat kita sebagai industri otomotif. Karena ini menentukan appetite dari konsumen untuk membeli kendaraan. Jadi sudah tidak berbicara lagi EV, ICE atau hybrid, tapi kalau daya beli yang terpukul tentunya secara keseluruhan dari industri,” lanjutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.