Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sanggar Gianyar Mendukung Tema PKB Lewat Dramatari Penyucian Bumi

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 23:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sanggar Gianyar Mendukung Tema PKB Lewat Dramatari Penyucian Bumi Doc: Antara
Ket. Sanggar Seni Kakul Mas Desa Batuan, Gianyar, Bali, menampilkan dramatari klasik gambuh tema penyucian bumi di PKB 2026, Denpasar, Selasa (7/7/2026).

Denpasar - Sanggar Seni Kakul Mas Desa Batuan, Gianyar, Bali, mendukung tema Atma Kerthi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 lewat penampilan dramatari klasik gambuh lakon kisah Malat atau penyucian bumi.

"Sanggar kami menampilkan dramatari klasik gambuh yang mengangkat potongan cerita dari kisah Malat yaitu perjalanan tokoh Panji mencari kekasihnya," kata Pembina Sanggar Seni Kakul Mas I Ketut Wirtawan di Denpasar, Selasa.

"Tema pementasan ini Marasuda Bumi disesuaikan dengan tema PKB 2026 yang bermakna penyucian unsur-unsur bumi," ujarnya.

Wirtawan menjelaskan bahwa pementasan ini menyajikan struktur pertunjukan padat dengan seluruh seniman yang terlibat menyatu dalam konsep pertunjukan tradisional utuh.

"Pementasan ini merupakan satu kesatuan drama tari utuh bukan rangkaian tari terpisah," ujar Wirtawan menekankan esensi pertunjukan tersebut.

Pementasan dramatari klasik ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pengunjung karena menyuguhkan dialog berbahasa kawi beriringan dengan melodi suling bambu ukuran besar.

Manajemen sanggar telah mengatur jadwal latihan secara ketat untuk menjaga kualitas pementasan melalui proses penggarapan karya yang melibatkan lintas generasi seniman lokal di Sukawati.

"Persiapan latihan PKB 2026 memakan waktu selama 3 minggu dengan melibatkan total 42 orang termasuk 38 penari dan penabuh, serta tim seksi pendukung," tutur Wirtawan merinci data personel.

Seluruh tim produksi bekerja secara simultan demi kelancaran pementasan dramatari tersebut berbekal modal penting berupa pengalaman tampil pada tahun sebelumnya.

"Tidak ada kendala besar yang berarti karena Sanggar Seni Kakul Mas sudah rutin tampil di PKB setiap tahunnya termasuk tahun lalu di Ksirarnawa. Tantangan kecil hanya sebatas kedisiplinan kehadiran 1-2 anggota saat latihan gabungan," ucapnya.

Kedisiplinan tersebut terbukti mampu mengatasi hambatan teknis selama masa persiapan tiga minggu karena karakter penari bentukan sanggar ini dinilai sangat siap tampil di panggung besar.

Seni Gambuh merupakan dramatari klasik atau tertua dalam khazanah budaya Bali dengan ragam gerak serta pakem vokal yang kini menjadi fondasi bagi tarian Bali modern.

Pelestarian kesenian kuno ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat agar muncul gerakan masif untuk merevitalisasi seni klasik di tingkat desa.

"Pemerintah atau pihak terkait diharapkan lebih giat menggali dan melestarikan kembali tarian-tarian klasik yang ada di desa-desa, seperti drama tari Gambuh, Wayang Wong, dan sejenisnya," kata Wirtawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Alexander Zverev jadi Peten...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.