Kota Mataram Perlu Lebih Banyak Lampu Penerangan Jalan

Selasa, 07 Jul 2026, 16:05 WIB

MATARAM -- Dinas Perhubungan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melakukan pendataan kebutuhan tambahan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan kota yang dinilai masih kurang terang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Zulkarwin di Mataram, Selasa, mengatakan, beberapa titik ruas jalan yang menjadi prioritas pendataan antara lain Jalan Brawijaya dan Jalan Adi Sucipto. 

Ket. Foto: Kondisi penerang jalan umum (PJU) di Jalan Pejanggik, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu malam (5/7). — Sumber: ANTARA/Nirkomala

"Kedua ruas jalan itu, menjadi prioritas karena dinilai masih kurang terang sehingga perlu ada penambahan PJU," katanya.

Untuk di Jalan Brawijaya, katanya, tambahan kebutuhan PJU dilakukan karena titik satu PJU dengan PJU lainnya masih di atas standar yang ditetapkan kementerian yakni sekitar 40-50 meter per titik.

Sementara kondisi di lapangan membuktikan bahwa jarak satu titik PJU dengan PJU lainnya di atas standar tersebut, bahkan ada yang mencapai hingga 100 meter per titik, sehingga memberikan kesan kurang terang.

Selain itu, PJU di Brawijaya dinilai kurang terang juga karena kondisi jalan yang lebih lebar yang menyebabkan pencahayaan atau lumen PJU tidak merata.

"Untuk itulah, kebutuhan tambahan PJU di Jalan Brawijaya sedang kami identifikasi," katanya.

Sementara kasus di Jalan Adi Sucipto, katanya, dinilai prioritas untuk tambahan PJU juga disebabkan oleh jarak PJU, tapi jarak itu terjadi karena kerusakan tiang PJU yang sudah keropos sehingga harus dirobohkan agar tidak menjadi pemicu bencana ketika terjadi angin kencang.

Zulkarwin mengatakan, bahwa di Jalan Adi Sucipto sudah ada beberapa titik PJU yang dirobohkan dan kini harus segera diganti agar penerangan di sepanjang jalan tersebut bisa lebih maksimal.

"Kami juga sudah meminta izin dan berkomunikasi dengan pihak provinsi terkait kebutuhan PJU itu, karena jalan tersebut merupakan jalan negara," katanya.

Ia berharap dengan koordinasi yang intensif, pihak provinsi bisa memberikan atensi untuk membantu penambahan PJU di Jalan Adi Sucipto. Pasalnya, untuk tahun 2026, Dishub Kota Mataram tidak memiliki anggaran untuk pengadaan PJU baru.

Namun, jika pihak provinsi tidak bisa memberikan bantuan, kebutuhan anggaran penambahan PJU akan diusulkan melalui APBD perubahan 2026, atau APBD Kota Mataram tahun 2027.

"Yang penting sudah ada data kebutuhan PJU. Jika sudah ada data, lebih mudah untuk mencari anggaran," katanya.

Menurutnya, jumlah PJU di Kota Mataram saat ini tercatat sekitar 3.000 titik tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram. Untuk tahun 2026, Dishub hanya memiliki anggaran pemeliharaan PJU sebesar Rp300 juta.

"Dengan anggaran itu, pemeliharaan kami lakukan secara prioritas. Misalnya, jika terjadi kerusakan jaringan, kalau masih bisa diperbaiki akan diperbaiki petugas tanpa membeli yang baru," katanya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.