Badan Antariksa Eropa Kembangkan Pesawat Hipersonik Mach 5, Invictus
Selasa, 07 Jul 2026, 18:45 WIBJAKARTA â Badan Antariksa Eropa (ESA) bersama perusahaan asal Inggris Frazer-Nash tengah mengembangkan pesawat uji hipersonik Invictus. Pesawat ini disebut-sebut berpotensi membuka jalan bagi perjalanan udara supercepat.
Bahkan, rute London-Sydney kelak dapat ditempuh hanya dalam sekitar tiga jam. Meski demikian, Invictus belum dirancang sebagai pesawat penumpang.
Tahap awal pengembangannya difokuskan untuk menguji teknologi pesawat antariksa yang dapat digunakan kembali. Invictus juga memfokuskan peluncuran satelit yang lebih fleksibel dan mendukung sistem pertahanan berkecepatan tinggi.
Invictus dirancang lepas landas layaknya pesawat konvensional sebelum menanjak hingga sekitar 80 ribu kaki menuju batas atmosfer. ESA menyebut kendaraan eksperimental ini ditargetkan mampu melaju hingga Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
Selain misi luar angkasa, sistem peluncuran horizontal yang dapat digunakan kembali dinilai mampu menjadi alternatif dari roket vertikal. Selama ini, roket umumya membutuhkan bahan bakar besar dan fasilitas peluncuran yang kompleks.
Namun, pengembangan pesawat hipersonik masih menghadapi tantangan teknis yang besar. Utamanya terkait panas ekstrem akibat gesekan udara dan gelombang kejut saat melaju pada kecepatan tinggi. Kondisi tersebut membuat mesin harus tetap mampu mengompresi udara dan membakar bahan bakar.
Selain itu, mesin juga harus mampu beroperasi secara stabil di tengah suhu yang sangat tinggi.
Untuk mengatasi tantangan itu, ESA mengembangkan sistem propulsi berbahan bakar hidrogen dengan teknologi precooled air-breathing engine. Teknologi itu dirancang mendinginkan udara panas dalam hitungan sepersekian detik sebelum masuk ke mesin. ils/I-1
- pesawat hipersonik
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.