Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Misi Bersejarah Mesir di Piala Dunia 2026 Bertumpu pada Kekuatan Tim Bukan Hanya Salah

📅 Senin, 06 Jul 2026, 08:30 WIB | Oleh:
Misi Bersejarah Mesir di Piala Dunia 2026 Bertumpu pada Kekuatan Tim Bukan Hanya Salah Doc: FIFA
Ket. Mohamed Salah.

KAIRO – Nama Mohamed Salah selalu menjadi sorotan setiap kali Mesir tampil di panggung internasional. Namun, menurut mantan asisten pelatih timnas Mesir, Tito Garcia Sanjuan, keberhasilan The Pharaohs melaju hingga babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya dibangun oleh kehebatan sang kapten, melainkan oleh kekuatan kolektif yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

Mesir akan menghadapi juara bertahan Argentina pada babak 16 besar dalam laga yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik. Di atas kertas, Argentina lebih diunggulkan. Namun Garcia Sanjuan menilai tim asuhan Hossam Hassan memiliki modal untuk memberikan perlawanan sengit.

"Mesir memiliki sesuatu yang menjadi identitas mereka selama 30 tahun terakhir, yaitu daya saing. Mereka adalah tim yang sesungguhnya. Banyak yang menganggap Argentina favorit, tetapi saya tidak akan terkejut jika Mesir mampu membuat pertandingan berjalan sangat sulit bagi mereka," ujar Garcia Sanjuan kepada FIFA.

Pertandingan ini juga akan menyuguhkan duel dua ikon bernomor punggung 10. Di satu sisi ada Lionel Messi yang pada usia 39 tahun masih mengejar gelar Piala Dunia kedua secara beruntun bersama Argentina. Di sisi lain, Salah, yang kini berusia 34 tahun, masih menjadi pemimpin sekaligus simbol harapan sepak bola Mesir.

Garcia Sanjuan menilai turnamen ini bisa menjadi kesempatan terakhir Salah menciptakan sejarah di Piala Dunia.

"Mereka memiliki peluang membuat sejarah, terutama bagi Mo. Ini kemungkinan besar menjadi Piala Dunia terakhirnya dan dia pantas mendapatkan pengakuan yang lebih besar. Selama bertahun-tahun dia bermain di era Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sehingga sering kali pencapaiannya kurang mendapat apresiasi yang layak," katanya.

Menurut Garcia Sanjuan, jika selama ini Salah dijuluki "Raja Afrika", maka membawa Mesir menyingkirkan Argentina akan menjadi pencapaian terbesar dalam kariernya.

Garcia Sanjuan juga mengenang pengalamannya bekerja langsung dengan Salah saat masih menjadi staf pelatih Mesir di bawah Javier Aguirre.

"Ketika kami mulai bekerja sama, dia sedang berada di puncak performanya bersama Liverpool. Setahun kemudian dia menjuarai Liga Champions. Dia bahkan mengundang saya untuk menyaksikan final melawan Tottenham," ungkap pelatih asal Spanyol tersebut.

Baginya, Salah merupakan pemain kelas dunia yang layak disejajarkan dengan Ronaldo maupun Messi.

"Dia adalah pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap. Saya berharap Mo terus menciptakan sejarah karena dia memang pantas mendapatkannya."

Di luar faktor Salah, Garcia Sanjuan menilai kekuatan terbesar Mesir justru berasal dari identitas permainan dan kuatnya kompetisi domestik.

Ia menjelaskan bahwa para pemain Mesir tumbuh dengan budaya sepak bola jalanan yang membentuk karakter pantang menyerah.

"Mereka bisa bermain dengan empat ataupun lima bek. Mereka memiliki fleksibilitas taktik yang sangat baik. Para pemain Mesir belajar sepak bola di jalanan. Mereka memahami arti bertarung untuk setiap bola dan memainkan setiap duel seolah-olah itu kesempatan terakhir," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Sawah di Bekasi Alami Keker...

Rupiah Rawan Tertekan - 29 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Rawan Tertekan - 29 ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.