Aplikasi Bebunge Sukses Permudah SPMB Kabupaten Bekasi 2026, Diakses Lebih dari 50 Ribu Pendaftar

Senin, 06 Jul 2026, 16:07 WIB

Kabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyatakan penggunaan aplikasi digital 'Bekasi Nyambung Bae' atau Bebunge turut membantu menyukseskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di daerah itu yang baru saja tuntas akhir pekan lalu.

Bebunge menjadi aplikasi layanan publik pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi dan berhasil digunakan sebagai platform utama penyelenggaraan SPMB melalui perangkat telepon pintar sehingga memudahkan orangtua peserta didik untuk mengakses.

Ket. Foto: Arsip: Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan saat peluncuran perdana aplikasi layanan digital Bebunge 2.0 di Hotel Holiday Inn Cikarang pada Rabu (29/11/2023). — Sumber: Antara

"Hari ini kita tidak hanya berbicara mengenai aplikasi, tetapi tentang perubahan budaya pelayanan publik yang lebih modern, efisien dan transparan," kata Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Yan Yan Akhmad Kurnia di Cikarang, Senin (6/7).

Ia menjelaskan pemanfaatan aplikasi ini sekaligus sebagai lompatan besar bagi implementasi pelayanan publik mengingat banyak daerah yang masih mengandalkan laman daring atau website maupun proses administrasi semi manual dalam pelaksanaan SPMB.

Pemkab Bekasi menghadirkan seluruh layanan SPMB dalam satu aplikasi terintegrasi mulai dari pembuatan akun, pengunggahan dokumen, verifikasi, pemilihan sekolah, pemantauan hasil seleksi secara real time hingga pengumuman. Seluruhnya dapat diakses melalui Bebunge dalam genggaman tangan.

"Banyaknya calon peserta didik baru yang mendaftar di aplikasi ini menandakan keberhasilan kemajuan ekosistem teknologi digital di bidang pendidikan. Bebunge akan terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem layanan daerah. Kami ingin semakin banyak layanan publik yang dapat diakses masyarakat melalui satu aplikasi sehingga pelayanan menjadi lebih sederhana, terintegrasi dan berkualitas," katanya.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Bahrul Ulum menjelaskan konsep utama Bebunge adalah menjadikan satu aplikasi sebagai pintu masuk seluruh layanan digital pemerintah daerah sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi untuk setiap layanan.

Aplikasi Bebunge pada SPMB tahun ajaran 2026/2027 diakses 50.702 calon peserta didik dengan rincian 29.476 pendaftar jalur domisili, 9.698 jalur afirmasi, 8.725 jalur prestasi akademik, 1.822 jalur prestasi non akademik serta 981 pendaftar jalur mutasi.

Para pendaftar akan mengisi kuota 32.030 kursi di 56 SMP Negeri se-Kabupaten Bekasi terdiri atas 16.016 kuota kursi jalur domisili, 8.014 kursi jalur prestasi, 6.403 kursi jalur afirmasi dan 1.597 kursi jalur mutasi.

"Orang tua bisa memantau peringkat calon peserta didik secara real time. Dengan demikian, peluang diterima di sekolah tujuan diketahui setiap saat. Perubahannya pun kelihatan. Memang selain memudahkan, transparansi menjadi salah satu prioritas kami," katanya.

Fitur SPMB di Bebunge juga menggunakan metode pengukuran jarak yang dapat diukur secara mandiri. "Fitur ini menggunakan metode pengukuran jarak self assesment di mana orang tua mengukur jarak dari rumah ke sekolah sendiri sehingga tidak terjadi masalah-masalah klasik terkait jarak khususnya pada jalur domisili," ucap dia.

Tinggi volume akses tersebut membuktikan Bebunge mampu menangani puluhan ribu aktivitas pengguna secara bersamaan dengan performa tetap stabil. Melalui dashboard monitoring, pemerintah memantau proses secara menyeluruh, mulai dari verifikasi dokumen, perkembangan seleksi hingga penetapan hasil penerimaan.

"Seluruh data tersebut tersaji secara langsung melalui dashboard analitik sehingga memudahkan pemerintah daerah melakukan pengawasan, evaluasi hingga pengambilan keputusan secara cepat dan akurat," katanya.

Berlangsung Kondusif

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Faturachman mengatakan SPMB 2026 berlangsung kondusif. Orang tua diberikan kemudahan dalam mendaftarkan anaknya sementara petugas operator disajikan transparansi data yang juga dapat diakses publik kapan pun serta di mana saja.

Imam mengaku tidak semua calon siswa dapat diterima di SMP Negeri karena keterbatasan kuota. Beberapa di antaranya memilih sekolah swasta atau mendaftar ke pondok pesantren maupun madrasah.

"Berdasarkan data, lulusan SD sederajat tahun ini sebanyak 63.784 siswa sementara kuota SMP Negeri sekitar 32.030 siswa. Memang tidak mencukupi, tapi memang tidak semua orang tua menyekolahkan di sekolah negeri," ujarnya.

Pemkab Bekasi telah menyiapkan bantuan pendidikan bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta maupun lembaga pendidikan kesetaraan. Bantuan diberikan kepada 5.000 siswa jenjang SD dan 1.000 siswa jenjang SMP sebagai upaya pemerintah meringankan beban biaya pendidikan masyarakat.

  • Kabupaten Bekasi

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.