Misi Rupiah ke Natuna! KRI Beladau-643 Jangkau Dua Pulau Terluar Indonesia

Minggu, 05 Jul 2026, 17:45 WIB

NATUNA – Ketersediaan dan kelayakan uang rupiah di wilayah perbatasan bukan hanya soal kelancaran transaksi, tetapi juga menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi.

Distribusi uang yang memadai hingga ke daerah terpencil memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap rupiah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada mata uang asing yang kerap digunakan di kawasan perbatasan.

Ket. Foto: Proses distribusi uang tunai dari KRI Beladau-643 ke perairan Subi, Natuna, Kepri, Minggu (5/7/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Pos AL Subi

Di sisi lain, peredaran uang yang layak edar juga mendukung aktivitas ekonomi lokal agar berlangsung lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan.

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Beladau-643 membawa uang tunai senilai miliaran rupiah ke dua pulau di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, guna memastikan ketersediaan serta kelayakan uang rupiah, yang beredar di wilayah perbatasan.

Komandan KRI Beladau-643 Letkol Laut (P) Akbar Suthawijaya Malik, yang dikonfirmasi di Natuna, Minggu (5/7), mengatakan dua pulau yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Pulau Midai dan Pulau Subi.

Kehadiran KRI merupakan bagian dari dukungan terhadap program Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026.

Program tersebut merupakan kerja sama antara TNI Angkatan Laut dan Bank Indonesia dalam rangka menjaga ketersediaan uang layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"KRI Beladau-643 melaksanakan dukungan pengawalan terhadap personel dan material BI," ucapnya.

Selain distribusi uang layak edar, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara memperlakukan uang dengan baik.

Warga di Pulau Midai dan Subi Besar juga diberi kesempatan menukarkan uang lusuh dengan uang baru yang dibawa Bank Indonesia.

Selain di Natuna, KRI Beladau-643 juga membawa uang itu ke wilayah lain di Kepulauan Riau, yakni Tarempa di Kabupaten Kepulauan Anambas, Tambelan di Kabupaten Bintan, serta Singkep di Kabupaten Lingga.

Di Natuna, kegiatan berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) di Pulau Midai dan Ahad di Pulau Subi Besar.

Program ini diharapkan memperkuat ketersediaan uang rupiah layak edar di wilayah perbatasan Indonesia.

"KRI Beladau-643 mendukung pelaksanaan layanan kas keliling Bank Indonesia yang berlangsung pada 2–8 Juli 2026 dengan rute Batam-Tarempa-Midai-Subi-Tambelan-Dabo Singkep-Batam," ujar dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.