Ayooo Minum Jamu Agar Hidup Lebih Sehat
Minggu, 05 Jul 2026, 19:57 WIBJAKARTA â Kopi saat ini sudah merajalela. Kini giliran untuk membangkitkan tradisi minum jamu yang menjadi kekayaan bangsa. Untuk menggerakkan minum jamu, telah digelar Festival Jamu Nusantara di Pasar Ngasem, Kota Yogyakarta 4-5 Juli lalu. Ini selain menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha jamu tradisional juga upaya mengangkat budaya minum jamu sebagai bagian dari gaya hidup.
"Festival ini bukan sekadar ajang pameran produk herbal tradisional, tetapi juga momentum penting mengangkat kembali budaya minum jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, jamu merupakan warisan leluhur yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, sekaligus memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola dan dikembangkan secara serius.
"Jamu adalah bagian dari kekayaan budaya kita yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan dikenalkan kepada masyarakat luas, termasuk generasi muda," katanya.
Hasto mengatakan, salah satu keunggulan utama jamu tradisional adalah bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam, termasuk dari sisi pewarna yang digunakan.
Menurut dia, penggunaan bahan alami dalam racikan jamu menjadi salah satu alasan mengapa minuman tradisional ini layak terus dikonsumsi dan dilestarikan.
Dengan demikian, kata dia, jamu bukan hanya minuman tradisional biasa, melainkan juga bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara alami.
"Keuntungan mengonsumsi jamu salah satunya adalah jamu ini menggunakan warna alam. Sehingga yang masuk ke tubuh kita ini bukan warna sintetis. Jadi sudah pasti minum jamu ini sehat," katanya.
Lebih lanjut Hasto mengatakan, di tengah maraknya produk minuman instan dan modern, jamu tetap memiliki tempat tersendiri karena menawarkan manfaat kesehatan sekaligus kedekatan dengan tradisi lokal.
Karena itu, festival jamu perlu terus diperluas agar masyarakat makin memahami manfaat jamu, tidak hanya sebagai minuman tradisional, tetapi bagian dari pola hidup sehat yang relevan dengan perkembangan zaman.
Pihaknya berharap jamu tidak hanya dikonsumsi oleh kalangan orang tua atau masyarakat yang sudah terbiasa dengan budaya minum jamu, tetapi juga bisa menjangkau kalangan anak muda.
"Karena itu regenerasi konsumen menjadi salah satu kunci penting agar jamu tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan tren konsumsi masyarakat," katanya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.