Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda, Spanyol Tampil Meyakinkan Singkirkan Austria

Jumat, 03 Jul 2026, 07:58 WIB

CALIFORNIA - Tim nasional Spanyol kembali menunjukkan jati diri sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Austria di babak 32 besar, Jumat (3/7) dini hari WIB menjadi bukti bahwa La Roja telah menemukan kembali ritme permainan terbaiknya, seiring semakin pulihnya kondisi fisik bintang muda Lamine Yamal.

Meski tidak mencetak gol ataupun menyumbang assist, Yamal justru menjadi sosok paling berpengaruh dalam pertandingan hingga dinobatkan sebagai pemain terbaik laga.

Ket. Foto: Lamine Yamal. — Sumber: FIFA

Bagi Spanyol, kemunculan pemain berusia 18 tahun itu menghadirkan dimensi baru. Selama bertahun-tahun, sepak bola Spanyol identik dengan kekuatan kolektif dan dominasi lini tengah. Kini, mereka memiliki pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan melalui aksi individu tanpa menghilangkan identitas permainan tim.

Yamal datang ke Piala Dunia dengan kondisi belum sepenuhnya fit akibat cedera hamstring yang membuatnya memulai turnamen dari bangku cadangan.

Tanpa dirinya, tim asuhan Luis de la Fuente tampil kurang menggigit saat hanya bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde pada laga pembuka fase grup.

Namun, seiring meningkatnya menit bermain dan kondisi fisiknya yang terus membaik, performa Spanyol ikut mengalami peningkatan signifikan.

Kehadiran Yamal di sisi kanan serangan membuat permainan Spanyol kembali hidup. Kecepatan, kreativitas, serta kemampuannya memenangkan duel satu lawan satu memberikan ancaman konstan bagi pertahanan lawan.

Saat menghadapi Austria, De la Fuente menempatkan Álex Baena di sisi kiri, sementara Yamal mengisi sektor kanan.

Kombinasi keduanya membuat serangan Spanyol jauh lebih seimbang.

Baena terus meregangkan pertahanan Austria melalui pergerakan lebarnya, sedangkan Yamal berulang kali menarik perhatian dua hingga tiga pemain lawan.

Ketika Yamal bergerak ke tengah, ruang permainan terbuka bagi Rodri dan Pedri untuk kembali mengendalikan tempo pertandingan, sesuatu yang telah lama menjadi ciri khas permainan Spanyol.

Meski demikian, De la Fuente masih memiliki pekerjaan rumah, terutama menjaga konsistensi penguasaan bola dan memperkecil jarak antarlini sepanjang pertandingan.

Salah satu fakta menarik dari kemenangan atas Austria adalah Yamal dinobatkan sebagai pemain terbaik meski namanya tidak tercatat sebagai pencetak gol maupun pemberi assist.

Pengaruhnya justru terlihat dari cara ia membuka ruang, menarik konsentrasi lawan, serta menciptakan situasi yang memudahkan rekan-rekannya mencetak gol.

Di lini belakang, Spanyol juga tampil sangat solid. Duet bek sayap Marc Cucurella dan Pedro Porro tampil impresif, sementara Rodri semakin dominan setelah turun minum. Di lini depan, Mikel Oyarzabal kembali menunjukkan efektivitasnya dalam menyelesaikan peluang.

Austria bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Catatan tersebut menjadi yang pertama terjadi dalam laga fase gugur Piala Dunia sejak final 2014 ketika Jerman membungkam Argentina tanpa memberikan satu pun tembakan tepat sasaran kepada lawannya.

Selain pertahanan yang semakin kokoh, Spanyol juga memperpanjang rekor impresif dengan tidak kebobolan satu gol pun di Piala Dunia sejak kekalahan dari Jepang pada edisi 2022.

La Roja kini juga mencatatkan 34 pertandingan beruntun tanpa kekalahan, sebuah bukti konsistensi yang terus mereka jaga sejak menjuarai Piala Eropa 2024.

Setelah sempat diragukan akibat awal turnamen yang kurang meyakinkan, Spanyol kini kembali tampil sebagai salah satu tim paling berbahaya di Piala Dunia 2026. Dengan Yamal yang semakin bugar, berani, dan menjadi pusat kreativitas permainan, La Roja kembali memiliki perpaduan ideal antara kekuatan kolektif dan kecemerlangan individu untuk melangkah jauh dalam perburuan gelar juara.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.