- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pemakaman Terbesar Abad In...
Pemakaman Terbesar Abad Ini: 20 Juta Orang Diperkirakan Hadir pada Pemakaman Ali Khamenei
Jumat, 03 Jul 2026, 16:10 WIBTEHERAN â Iran bersiap menggelar prosesi pemakaman besar-besaran untuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang diperkirakan akan dihadiri jutaan warga. Upacara yang berlangsung selama enam hari itu tidak hanya menjadi momen penghormatan terakhir, tetapi juga dirancang sebagai simbol kekuatan, persatuan, dan perlawanan Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dari The Guardian, sejak Jumat (3/7), suasana Teheran mulai dipenuhi pos pemeriksaan polisi, kendaraan militer, spanduk, serta poster bertema "Kita Harus Bangkit" yang menjadi slogan utama prosesi tersebut. Kelompok-kelompok pelayat juga mulai berdatangan sambil membawa bendera Iran.
Khamenei, yang memimpin Iran selama 36 tahun, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Pemakamannya semula dijadwalkan berlangsung pada Maret, namun ditunda akibat situasi perang yang saat itu masih berkecamuk.
Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menyebut upacara ini sebagai "peristiwa terpenting abad ini" dan diperkirakan menjadi acara terbesar sejak Revolusi Islam 1979.
Prosesi akan dimulai Sabtu (4/7) di Masjid Agung Mosalla, Teheran, tempat jenazah Khamenei disemayamkan bersama sejumlah anggota keluarganya yang juga menjadi korban serangan. Setelah itu, iring-iringan akan melintasi berbagai kota penting sebelum pemakaman terakhir pada Kamis (9/7) di kompleks makam Imam Reza, Mashhad, kota kelahiran Khamenei.
Atas permintaan sejumlah tokoh politik Irak, jenazah Khamenei juga akan dibawa ke dua kota suci Syiah, Karbala dan Najaf, sebagai simbol perannya sebagai pemimpin spiritual umat Syiah.
Pemerintah Iran memperkirakan sekitar 20 juta orang akan mengikuti puncak prosesi pada Senin, saat iring-iringan jenazah menempuh rute sekitar 10 kilometer dari Lapangan Imam Hossein menuju Lapangan Azadi di Teheran. Jika terealisasi, jumlah itu akan menjadi salah satu kerumunan terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Di balik besarnya prosesi, pengamanan juga diperketat. Pemerintah menutup kantor pemerintahan dan swasta di Teheran selama tiga hari, membatasi lalu lintas, serta meminta warga memarkir kendaraan di pinggiran kota untuk menghindari kemacetan. Ruang udara Teheran juga akan ditutup sementara, sementara jet tempur disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan dari Israel.
Prosesi ini berlangsung di tengah gencatan senjata selama 60 hari antara Iran dan Amerika Serikat yang membuka peluang dimulainya kembali perundingan. Pemerintah Iran berharap pemakaman Khamenei dapat menunjukkan bahwa negara itu tetap solid di tengah perubahan kepemimpinan dan tekanan internasional.
Namun, di sisi lain, tantangan keamanan tetap tinggi. Pengalaman pemakaman pendiri Republik Islam Ruhollah Khomeini pada 1989 dan komandan Qassem Soleimani pada 2020 menunjukkan besarnya kerumunan pernah memicu kekacauan hingga menyulitkan proses pemakaman.
Menariknya, waktu pelaksanaan pemakaman juga bertepatan dengan bulan Muharram, bulan suci bagi umat Islam Syiah yang memperingati gugurnya Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW.
Pemerintah Iran memanfaatkan momentum tersebut untuk menegaskan narasi perlawanan terhadap Barat, yang selama ini menjadi salah satu pesan utama dalam kepemimpinan Ali Khamenei.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Terkena Puing Rudal Iran: Suriah Tutup Rapat Wilayah Udaranya
-
Rekayasa Lalin Daan Mogot Berlaku Mulai Sekarang, Simak Titik Penutupan Jalur hingga 2027
-
KPK Temukan Upaya untuk Menghambat Penyidikan Kasus Bea Cukai
-
Putra Shah Iran Desak Pasukan Keamanan Berdiri di Sisi Rakyat
-
Kelompok HAM: Korban Tewas dalam Protes di Iran Mendekati 6.000 Orang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.