Masuki Hari ke-4, Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Juga Padam, KLH Terjunkan 30 Personel Manggala Agni Bantu Pemadaman
Jumat, 03 Jul 2026, 14:45 WIBTANGERANG - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerjunkan 30 personel Manggala Agni untuk membantu mempercepat dan memperkuat upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
"Kemarin setelah saya hubungi, Pak Menteri LH juga menghubungi Pak Menteri Kehutanan, akan menurunkan kurang lebih 30 orang pemadam dari Manggala Agni," kata Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Rizal Irawan di Tangerang, Jumat (3/7).
Ia mengatakan, pengerahan personel Manggala Agni tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran yang telah berlangsung selama empat hari sejak Selasa (30/6).
Menurut dia, keterlibatan Manggala Agni sangat dibutuhkan karena karakteristik kebakaran di TPA berbeda dengan kebakaran biasa. Pasalnya, api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menyala di dalam timbunan sampah yang memiliki ketinggian hingga 30 meter.
"Mereka akan membawa peralatan untuk inject, high pressure inject. Karena kita berupaya untuk memadamkan api yang berada di bawah permukaan," tuturnya.
Personel yang diterjunkan berasal dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) di berbagai daerah, seperti Makassar, Palembang, dan Jawa Barat.
Namun demikian, upaya pemadaman masih dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran dan udara menggunakan helikopter water bombing.
"Tapi kita tahu bahwa perlakuan ini akan kita samakan dengan perlakuan kebakaran di wilayah gambut, di mana kita tidak bisa fokus di atas saja tapi juga harus yang di bawah. Sehingga diperlukan peralatan yang dipunyai oleh Manggala Agni," kata dia.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 30 persen dari luasan area kebakaran di TPA Jatiwaringin mulai padam dan terkendali.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan mengatakan bahwa memasuki hari keempat operasi pengendalian kedaruratan di TPA Jatiwaringin, pengoptimalan dua helikopter water bombing masih dilakukan guna mempercepat pemadaman.
"Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan dari pagi, siang, dan malam," jelasnya.
Ia mengatakan, guna memaksimalkan pengendalian kebakaran ini pihaknya juga telah mengerahkan 18 unit mobil pemadam kebakaran untuk menyisir titik-titik api yang belum terjangkau oleh unit pembom air.
- Kebakaran TPA Jatiwaringin
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Polisi Persilakan Korban Pelecehan Oknum Dosen UIN Semarang Melapor
-
Pemkab Tangerang Perluas Pemberian Beasiswa Pendidikan di Perguruan Tinggi
-
Polresta Denpasar Ungkap Modus Penimbunan BBM Subsidi
-
Satu Helikopter Didatangkan dari JambI untuk Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin
-
Memperkuat Kompetensi Pemandu Pendakian di Gunung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.