Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bom Air Masih Jadi Andalan Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 15:42 WIB | Oleh:
Bom Air Masih Jadi Andalan Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
Ket. Armada helikopter water bombing jenis MI-8AMT milik BNPB memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mengandalkan operasi penyiraman air dari udara menggunakan helikopter pengebom air (water bombing) untuk memadamkan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan operasi udara tersebut diperkuat karena kobaran api di tumpukan sampah belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

"Hingga Rabu (1/7) sore api masih belum berhasil dipadamkan dan teridentifikasi muncul dua titik api baru di sisi utara TPA. Kondisi ini membutuhkan penanganan terpadu, termasuk penguatan operasi udara," katanya.

Abdul menjelaskan pengerahan armada udara menjadi andalan, sekaligus menggenapi upaya penyiraman darat karena potensi perluasan kebakaran masih sangat tinggi akibat material sampah yang mudah terbakar serta embusan angin.

Guna mengoptimalkan pemadaman tersebut, BNPB telah menyiagakan dua helikopter water bombing yang diterbangkan langsung dari pangkalan udara di Bandara Pondok Cabe.

Satu helikopter dilaporkan telah berhasil melaksanakan satu sorti operasi pengeboman air pada Rabu sore kemarin, sedangkan satu armada tambahan lainnya saat ini sudah selesai dimobilisasi dan siap beroperasi penuh.

Kedua helikopter dijadwalkan kembali melakukan penyiraman secara masif sepanjang hari Kamis ini dengan fokus target pada area sebaran api baru guna mendukung percepatan proses pembasahan dan pendinginan lahan.

Berdasarkan data terkini BNPB diketahui kebakaran yang melanda sejak Selasa (30/6) siang itu tercatat telah menghanguskan area seluas tujuh hektare dari total keseluruhan luas lahan TPA Jatiwaringin yang mencapai 33 hektare.

Menurut Abdul, dampak kepulan asap tebal dari kebakaran ini juga memicu masalah sosial, dimana jumlah warga terdampak yang terpaksa mengungsi bertambah hingga mencapai 50 jiwa. Pengungsian disiapkan terpusat di Balai Desa Tanjakan Mekar.

Dengan begitu, kata dia, BNPB memastikan kebutuhan logistik dasar bagi puluhan warga di posko pengungsian tersebut sejauh ini masih dapat dipenuhi dengan baik oleh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.