Beccacece Tinggalkan Ekuador Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Kamis, 02 Jul 2026, 00:13 WIB

MEXICO CITY, MEKSIKO – Sebastian Beccacece resmi mengakhiri tugasnya sebagai pelatih Ekuador setelah timnya tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pelatih asal Argentina itu mengucapkan salam perpisahan usai Ekuador kalah 0-2 dari Meksiko di Stadion Azteca, Rabu (1/7).

Beccacece mengungkapkan kontraknya bersama Federasi Sepak Bola Ekuador memang berakhir seiring berakhirnya kiprah tim di Piala Dunia. Meski ingin melanjutkan pekerjaannya, ia mengakui gagal memenuhi target yang telah dijanjikan.

Ket. Foto: Sebastian Beccacece. — Sumber: FIFA

"Kontrak kami memang berakhir bersama Piala Dunia. Saya rasa kami tidak mampu mewujudkan apa yang kami janjikan, yaitu menjadikan ini sebagai Piala Dunia terbaik bagi Ekuador. Hari ini giliran saya mengucapkan selamat tinggal," kata Beccacece.

Pelatih berusia 44 tahun itu mengaku berat meninggalkan tim yang menurutnya telah memberikan dukungan luar biasa selama masa kepemimpinannya.

"Saya sebenarnya ingin terus melatih karena apa yang saya terima dari para pemain dan manajemen membuat saya merasa layak untuk melanjutkan. Namun saya memahami bagaimana dunia sepak bola bekerja. Keputusan ini memang menyakitkan, tetapi saya mengerti."

Ekuador datang ke babak gugur dengan kepercayaan diri tinggi setelah bangkit secara dramatis untuk mengalahkan Jerman pada laga terakhir fase grup.

Namun, langkah mereka terhenti setelah Meksiko tampil agresif sejak menit awal dan mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Beccacece mengakui timnya kesulitan mengimbangi permainan lawan pada babak pertama. "Kami kalah dalam permainan pada babak pertama."

Setelah turun minum, Ekuador tampil lebih baik dan mulai mendominasi penguasaan bola. Sayangnya, berbagai upaya untuk memperkecil ketertinggalan gagal membuahkan hasil karena rapatnya pertahanan Meksiko. "Kami mencoba bangkit, tetapi tidak mampu mencetak gol yang bisa memberi kami momentum."

Meski harus mengakhiri kiprahnya dengan kekecewaan, Beccacece memilih mengenang hubungan erat yang terjalin bersama para pemain selama menangani Ekuador.

Saat ditanya mengenai warisan yang ditinggalkannya, mantan asisten Jorge Sampaoli itu justru memberikan seluruh pujian kepada skuad muda Ekuador.

"Warisan sesungguhnya adalah milik para pemain karena mereka merupakan generasi termuda yang pernah dimiliki Ekuador."

Ia juga menegaskan tidak menyimpan penyesalan selama menangani La Tri.

"Saya tidak memiliki keluhan apa pun. Yang ada hanya rasa terima kasih kepada masyarakat Ekuador dan para pemain."

Menurut Beccacece, dukungan yang diberikan para pemain setelah pertandingan menjadi momen paling berkesan dalam perjalanan kariernya.

"Saya menerima begitu banyak penghargaan dan kasih sayang yang tulus. Setelah pertandingan, para pemain memberi saya dua jam yang sangat indah. Itulah kenangan yang akan selalu saya bawa."

Meski gagal memenuhi target membawa Ekuador melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, Beccacece meninggalkan fondasi berupa skuad muda yang dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing pada turnamen-turnamen mendatang.

  • Ekuador
  • piala dunia 2026
  • Meksiko Vs Ekuador

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.