Keajaiban di Venezuela, Tim SAR Temukan Balita Selamat dari Reruntuhan Gempa Bumi

Rabu, 01 Jul 2026, 11:03 WIB

CARACAS – Secercah harapan muncul di tengah tragedi gempa dahsyat yang melanda Venezuela. Seorang bocah laki-laki berhasil ditemukan hidup dan dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan, enam hari setelah dua gempa besar mengguncang negara tersebut.

Dari The Guardian, bocah bernama Klieber Moran itu diselamatkan pada Selasa pagi dari reruntuhan Gedung Los Corales Garden 1 di negara bagian La Guaira. Menurut otoritas Venezuela, ia menjadi satu-satunya korban yang berhasil ditemukan hidup pada hari keenam operasi pencarian dan penyelamatan.

Ket. Foto: Bocah laki-laki itu, yang diidentifikasi sebagai Klieber Moran, adalah satu-satunya korban selamat yang dilaporkan ditemukan pada hari keenam pencarian yang masih berlangsung. — Sumber: Istimewa

Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan proses evakuasi dilakukan oleh tim penyelamat asal Yordania. Setelah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan, Klieber langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Terdapat perbedaan informasi mengenai usia korban. Delcy Rodríguez menyebut Klieber berusia tiga tahun, sementara Ketua Majelis Nasional Jorge Rodríguez mengatakan bocah tersebut baru berusia dua tahun.

"Kita harus tetap menjaga harapan untuk terus menemukan korban yang masih hidup di bawah reruntuhan," ujar Jorge Rodríguez dalam pidato yang disiarkan televisi.

Venezuela diguncang dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya dalam selang waktu kurang dari satu menit pada Rabu pekan lalu. Bencana itu merobohkan ribuan bangunan dan menjebak banyak warga di bawah puing-puing.

Di tengah operasi penyelamatan yang masih berlangsung, bantuan internasional terus berdatangan. Dana Anak-anak PBB (UNICEF) mengirimkan 47 ton bantuan kemanusiaan yang berisi perlengkapan kesehatan darurat, termasuk kebutuhan persalinan, perawatan bayi baru lahir, pencegahan penyakit, serta obat-obatan untuk mendukung para korban, terutama anak-anak dan keluarga terdampak.

Pemerintah Venezuela memperkirakan lebih dari 1.900 orang meninggal dunia dan lebih dari 10.000 lainnya mengalami luka-luka. Namun, para ahli meyakini jumlah korban jiwa kemungkinan jauh lebih besar karena jenazah masih terus ditemukan dari reruntuhan, sementara fasilitas kamar jenazah mulai kewalahan.

Selain korban jiwa, bencana ini juga memicu krisis kemanusiaan. Ribuan warga terpaksa bertahan di ruang terbuka atau tempat penampungan darurat yang penuh sesak dan minim sanitasi, sehingga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.

Berdasarkan analisis NASA, hampir 59.000 bangunan rusak atau hancur akibat gempa tersebut. Sementara itu, UNICEF memperkirakan sekitar 680.000 anak kini membutuhkan bantuan kemanusiaan di seluruh Venezuela.

  • Gempa Venezuela

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.