Inggris Waspada, Pasien Suspek Ebola Jalani Tes di Skotlandia

Rabu, 01 Jul 2026, 05:30 WIB

GLASGOW - Seorang pasien di Skotlandia tengah menjalani pemeriksaan intensif setelah diduga terpapar virus Ebola. Pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit Universitas Queen Elizabeth, Glasgow, pada Selasa (30/6) dini hari.

Dari The Guardian, tes laboratorium kini dilakukan untuk memastikan apakah pasien benar-benar terinfeksi virus mematikan tersebut.

Ket. Foto: Pasien dilaporkan telah dirawat di rumah sakit universitas Queen Elizabeth pada dini hari Selasa. — Sumber: Istimewa

Meski demikian, Public Health Scotland (PHS) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kasus Ebola yang terkonfirmasi di Skotlandia.

PHS menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) untuk memantau jalur kedatangan pelancong dari negara-negara yang terdampak wabah Ebola.

Menurut PHS, risiko masuknya Ebola ke Inggris melalui pelancong masih tergolong rendah. Namun, National Health Service (NHS) telah memiliki prosedur yang ketat untuk mendeteksi, mengisolasi, dan menangani setiap kasus yang dicurigai.

Seluruh dewan kesehatan NHS di Skotlandia juga telah menerapkan protokol pemeriksaan bagi pelancong yang datang dari wilayah terdampak. Jika diperlukan, otoritas kesehatan akan melakukan pelacakan kontak serta pemeriksaan lanjutan terhadap orang-orang yang berinteraksi dengan pasien.

Saat ini, wabah virus Ebola varian Bundibugyo masih berlangsung di Republik Demokratik Kongo. Hampir 700 kasus telah dikonfirmasi dengan sedikitnya 138 korban jiwa, termasuk dua kematian yang dilaporkan di negara tetangga, Uganda.

Apabila hasil pemeriksaan pasien di Glasgow dinyatakan positif, kasus tersebut akan menjadi kasus Ebola pertama di Inggris sejak wabah di Republik Demokratik Kongo ditetapkan sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sebagai bagian dari upaya penanggulangan wabah, pemerintah Inggris telah berkomitmen menggelontorkan bantuan hingga 21 juta poundsterling untuk mendukung respons penanganan Ebola di Republik Demokratik Kongo, termasuk melindungi tenaga kesehatan dan masyarakat yang paling rentan.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.