Djokovic Lewati Ujian Berat di Laga Pertama Wimbledon, Langkah Menuju Gelar ke-8 Tetap Terjaga

Selasa, 30 Jun 2026, 07:27 WIB

LONDON — Perjalanan Novak Djokovic menuju sejarah baru di Wimbledon dimulai dengan perjuangan keras. Petenis Serbia itu harus bekerja ekstra sebelum mengalahkan petenis China Wu Yibing dalam pertandingan babak pertama, Selasa (30/6) dini hari WIB.

Djokovic menang dalam empat set dengan skor 6-4, 5-7, 6-4, 6-4 untuk memastikan tiket ke babak kedua Wimbledon 2026.

Ket. Foto: Novak Djokovic. — Sumber: ATP

Kemenangan tersebut menjaga ambisi Djokovic untuk menyamai rekor delapan gelar Wimbledon milik Roger Federer sekaligus mengejar gelar Grand Slam ke-25 yang akan membuatnya menjadi pemegang rekor tunggal terbanyak sepanjang sejarah.

Di usia 39 tahun, Djokovic kembali menunjukkan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi. Namun, Wu memberikan perlawanan sengit dan membuat sang juara bertahan harus mengeluarkan seluruh kemampuannya.

“Akan selalu lebih baik ketika Anda menang pada akhirnya. Wimbledon memiliki arti yang sangat besar dalam karier dan hidup saya,” ujar Djokovic.

Djokovic sempat terlihat nyaman pada set pertama. Dengan pengalaman panjangnya di lapangan rumput, ia mampu mengontrol permainan dan merebut set pembuka 6-4.

Namun, Wu tidak menyerah. Petenis berusia 26 tahun yang baru kembali tampil di Grand Slam setelah dua musim terganggu cedera itu meningkatkan agresivitasnya.

Pukulan datar dan keras dari baseline menjadi senjata utama Wu. Strateginya berhasil membuat Djokovic kehilangan ritme hingga set kedua direbut petenis China tersebut dengan skor 7-5.

Djokovic mengakui lawannya tampil di luar perkiraan.

“Dia benar-benar mengejutkan saya dengan kualitas permainannya. Servis, forehand, backhand, pada satu titik dia hampir tidak memiliki kelemahan,” kata Djokovic.

Pertandingan berlangsung dalam kondisi yang berubah setelah atap Centre Court ditutup dan lampu dinyalakan. Menurut Djokovic, perubahan tersebut memengaruhi karakter lapangan rumput.

“Ketika atap tertutup, kondisi berubah. Rumput menjadi lebih lembap dan licin, sehingga Anda harus beradaptasi,” jelasnya.

Situasi tersebut membuat pertandingan terasa seperti dua laga berbeda. Djokovic harus menyesuaikan strategi untuk menghadapi perubahan kecepatan bola dan permukaan lapangan.

Pada set ketiga, Djokovic mulai menemukan kembali kontrol permainan. Ia bertahan dari tekanan Wu sebelum akhirnya merebut servis lawannya dan memenangkan set 6-4.

Set keempat berlangsung lebih menegangkan. Wu terus memberikan tekanan dan bahkan memiliki beberapa peluang break point.

Namun pengalaman Djokovic berbicara. Ia memanfaatkan kesalahan Wu pada momen penting ketika pukulan overhead petenis China itu keluar lapangan.

Djokovic kemudian menutup pertandingan dengan servisnya sendiri untuk memastikan kemenangan.

“Pertandingan seperti ini di lapangan rumput sering ditentukan oleh beberapa poin dan beberapa pukulan. Pengalaman lebih dari 20 tahun bermain di lapangan ini membantu saya mengelola situasi,” ujar Djokovic.

Kemenangan ini membawa Djokovic menuju babak kedua, di mana ia akan menghadapi pertandingan menarik melawan Stefanos Tsitsipas.

Djokovic mengakui dirinya belum berada dalam kondisi fisik terbaik, tetapi pengalaman menjadi modal besar untuk menghadapi turnamen panjang seperti Wimbledon.

Dengan target menyamai rekor Federer dan mengejar gelar Grand Slam ke-25, Djokovic kembali membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berada di puncak.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.