- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pakistan Lancarkan Seranga...
Pakistan Lancarkan Serangan Udara di Sepanjang Perbatasan Afghanistan, Puluhan Orang Tewas
Senin, 29 Jun 2026, 15:20 WIBTSAMKANI - Pakistan melancarkan serangan udara di tiga provinsi timur Afghanistan, menewaskan 36 warga sipil dan melukai 163 lainnya, kata wakil juru bicara pemerintah Taliban.Â
Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengatakan operasi yang dilancarakan pada Minggu (28/6) malam ditujukan pada kelompok teroris yang dianggap bertanggung jawab atas serangan militan mematikan di Karachi sehingga menewaskan tiga personel keamanan pada akhir pekan lalu.
Tarar mengatakan pasukan keamanan Pakistan telah melakukan "operasi darat berbasis intelijen" yang diikuti oleh serangan udara di sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan yang menargetkan tempat persembunyian teroris di seberang perbatasan.
Pemerintah Afghanistan berulang kali membantah wilayah mereka menjadi tempat persembunyian militan. Pemerintah Taliban mengatakan, Senin (29/6), serangan udara di tiga provinsi timur menewaskan atau melukai puluhan warga sipil. Seorang juru bicara, Zabihullah Mujahid, mengutuk aksi militer tersebut, menyebutnya sebagai "tindakan agresi yang pengecut".
Serangan-serangan tersebut merupakan peningkatan kekerasan terbaru antara kedua negara yang hubungannya telah tegang sejak pemerintahan Taliban berkuasa pada tahun 2021, dan menyusul perang selama berminggu-minggu yang meletus pada bulan Februari.
Serangan itu terjadi sehari setelah para militan bersenjata api dan bahan peledak menargetkan markas regional pasukan paramiliter Pakistan Rangers di Karachi, menewaskan tiga tentara. Pasukan keamanan menewaskan tiga penyerang dan menangkap seorang penyerang yang terluka, yang diidentifikasi oleh militer sebagai warga negara Afghanistan.
Jamaat-ul-Ahrar, sebuah faksi pecahan dari Taliban Pakistan, mengklaim bertanggung jawab atas serangan Karachi dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam.
âPakistan selalu berupaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan ini, tetapi pada saat yang sama tidak akan mengorbankan keselamatan dan keamanan warga negara kami, yang tetap menjadi prioritas utama kami,â kata Tarar.
Pakistan mengalami peningkatan serangan dari militan yang menargetkan polisi dan pasukan keamanan dalam beberapa tahun terakhir. Pihak berwenang menyalahkan Taliban Pakistan, yang dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan, atau TTP, dan kelompok militan sekutunya atas sebagian besar kekerasan tersebut. TTP adalah kelompok militan yang terpisah dari Taliban Afghanistan, meskipun keduanya bersekutu.
Negara-negara tetangga sepakat untuk gencatan senjata pada bulan Maret, namun tetap terjadi serangan sporadis sejak saat itu, Pada bulan Juni, serangan Pakistan menewaskan 13 orang, menurut pejabat Afghanistan.
Saat Islamabad menjadi mediator konflik AS-Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, Pakistan mengatakan bahwa pertempuran melawan militansi di dalam negeri membutuhkan serangan terhadap Afghanistan.
Otoritas Afghanistan berulang kali membantah negaranya digunakan oleh militan, dan mengatakan bahwa operasi militer Pakistan telah menyebabkan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk serangan terhadap pusat rehabilitasi narkoba pada bulan Maret yang menurut PBB menewaskan ratusan orang.
Pakistan dan Afghanistan terlibat perang pada akhir Februari, selama berminggu-minggu yang menewaskan ratusan orang dan menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi, menurut PBB.
Konflik tersebut mencakup pertempuran sengit di sepanjang perbatasan dan serangan udara Pakistan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kota-kota Afghanistan, termasuk ibu kota, Kabul, dan Kandahar, tempat pemimpin tertinggi Taliban bermarkas.
Mediasi dari beberapa negara termasuk Tiongkok dan Arab Saudi gagal menghasilkan resolusi yang langgeng antara kedua negara tetangga tersebut. Perbatasan sebagian besar ditutup sejak terjadi kekerasan lintas batas pada bulan Oktober.
Pada awal Maret, kepala angkatan darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, mengatakan perdamaian antara Pakistan dan Afghanistan hanya dapat terwujud jika rezim Taliban "menolak dukungan mereka terhadap terorisme dan organisasi teroris".
- Konflik Pakistan-Afghanistan
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.