Ajang BMX Supercross 2026 Siap Putar Roda Ekonomi Banyuwangi
Minggu, 28 Jun 2026, 20:45 WIBBANYUWANGI â Event olahraga memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap perekonomian melalui peningkatan aktivitas sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro dan ekonomi kreatif.
Selain mendorong perputaran uang dalam jangka pendek, penyelenggaraan ajang olahraga juga dapat memperkuat citra daerah, menarik investasi, dan meningkatkan kunjungan wisata pada periode berikutnya.
Agar manfaat ekonominya berkelanjutan, penyelenggaraan event perlu diintegrasikan dengan pengembangan destinasi, pemberdayaan pelaku usaha lokal, serta pemanfaatan infrastruktur secara optimal setelah kegiatan berakhir.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestaindani mengemukakan kompetisi balap sepeda BMX Supercross 2026 selain memfasilitasi anak muda setempat juga mampu mendongkrak ekonomi lokal di ujung timur Pulau Jawa itu.
"Itulah yang menjadi dasar kami menggelar kompetisi ini, meski di tengah efisiensi anggaran, karena berkat kolaborasi dan sinergi banyak pihak kompetisi ini bisa terselenggara," kata Ipuk saat pembukaan Banyuwangi BMX Supercross 2026 di Sirkuit Internasional BMX, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (27/6).
Kompetisi balap sepeda BMX yang diikuti 331 pembalap dari berbagai provinsi di Indonesia serta mancanegara seperti Thailand, Singapura dan Filipina ini, katanya, mampu menciptakan perputaran roda ekonomi bagi warga setempat, utamanya di sekitar sirkuit yang berstandar olimpiade pertama di Asia Tenggara itu.
Menurut Ipuk, banyak warga membuka usaha seperti kuliner, sewa kendaraan, jersei hingga rumah mereka dijadikan penginapan, dan bahkan sejak satu bulan sebelum kompetisi dimulai banyak rumah warga yang disewa para atlet dan keluarga mereka.
"Dengan demikian, mulai pembalap ditambah official tim hingga keluarga mereka dari berbagai daerah dan mancanegara datang ke Banyuwangi dan mendongkrak ekonomi masyarakat," katanya.
Bupati Ipuk menambahkan, dengan konsistensi menggelar kejuaraan internasional ini menjadi pesan pada dunia bahwa Banyuwangi adalah rumah bagi para atlet dan pencinta balap sepeda.
"Kami ingin memberi pesan, Banyuwangi adalah rumah yang ramah bagi para atlet dan pencinta balap sepeda," tutur Ipuk.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Indonesia Cycling Federation, Jadi Rajagukguk mengatakan kompetisi balap sepeda Banyuwangi BMX Supercross 2026 resmi dimulai di Sirkuit BMX Internasional Banyuwangi, selama dua hari, yakni Sabtu-Minggu (27-28/6).
Kompetisi ini merupakan satu-satunya agenda BMX di Indonesia yang masuk dalam kalender resmi Federasi Balap Sepeda Dunia (Union Cycliste Internationale/UCI).
"Terima kasih Banyuwangi telah konsisten menggelar kejuaraan internasional, BMX Supercross ini merupakan agenda resmi UCI dan masuk dalam kategori C1 yang memiliki poin tinggi, dengan demikian banyak peserta baik dalam maupun luar negeri yang ikut dalam kompetisi ini," katanya.
- Pemkab Banyuwangi
- BMX Supercross 2026
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Nyepi Saat Malam Takbiran, Tantangan Hormat pada Toleransi
-
Manager Fest 2026: Strategi Jitu Bertahan dan Menang di Tengah Ketidakpastian Dunia Kerja
-
IHSG Berisiko Tertekan, 2 Maret 2026
-
Pemkot Bengkulu Usul Gepeng Ikut Sekolah Rakyat
-
Promo Maygical Staycation Tavia Heritage Hotel Hanya Rp660 Ribuan per Malam
-
Bundesliga Jerman: Dortmund Tundukkan Cologne yang Bermain dengan 10 Orang, Kukuhkan Posisi Empat Besar
-
Peringatan Hari Musik Nasional di Surabaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.