Bupati Sadewo Nilai Lengger Bicara Jadi Ruang Merawat Budaya Banyumas

Sabtu, 27 Jun 2026, 08:40 WIB

PURWOKERTO – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengatakan acara Banyumas Lengger Bicara 2026 menjadi ruang dialog, belajar, dan perjumpaan masyarakat dengan akar budayanya sekaligus memperkuat identitas daerah melalui pelestarian seni dan budaya di tengah perkembangan zaman.

"Lengger Bicara bukan sekadar agenda seni, tetapi ruang dialog, ruang belajar, sekaligus ruang perjumpaan yang mempertemukan masyarakat dengan akar budayanya sendiri," kata Sadewo saat memberi sambutan dalam Banyumas Lengger Bicara 2026 di Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (26/6).

Ket. Foto: Senandung Tanah Makmur menjadi pergelaran utama dalam Banyumas Lengger Bicara 2026 di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026) malam. — Sumber: ANTARA

Ia mengatakan tema "Gemah Ripah Loh Jinawi" menggambarkan tanah yang subur, kehidupan yang makmur, masyarakat yang hidup rukun, serta budaya yang tumbuh bersama warganya.

Menurut dia, kemakmuran tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas, nilai, dan warisan budaya yang menjadi jiwa masyarakat Banyumas.

Ia menilai pelestarian kesenian Lengger harus dilakukan melalui ruang diskusi, pendidikan, regenerasi pelaku seni, dan keterlibatan generasi muda agar tetap hidup serta dicintai masyarakat.

Terkait dengan hal itu, ia mengajak seluruh masyarakat Banyumas terus mencintai, menjaga, dan mengembangkan budaya daerah sebagai bagian dari jati diri bersama.

"Juga menjadikan Lengger Bicara 2026 sebagai momentum merawat warisan leluhur dan menumbuhkan kreativitas budaya yang mampu menjawab tantangan zaman," kata Bupati.

Banyumas Lengger Bicara 2026 menampilkan pagelaran tari “Sastra Jiwangga” karya Rianto yang dimainkan oleh Sang Maestro Lengger itu sendiri, sedangkan acara utama berupa pagelaran “Senandung Tanah Makmur” berupa tari-tarian yang diiringi orkestra Jawa.

Pagelaran itu juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada Peang Penjol yang merupakan grup lawak legendaris asal Banyumas.

Dalam hal ini, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan penghargaan kepada Suliyah, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyerahkan penghargaan kepada keluarga almarhum Rusmadi (Peang), dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyerahkan penghargaan kepada keluarga almarhum Sadikun (Penjol).

  • Bupati Banyumas
  • Pelestarian Lengger Banyumas

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.