- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran Memperingatkan agar T...
Iran Memperingatkan agar Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Jumat, 26 Jun 2026, 01:25 WIBTEHERAN â Garda Revolusi Iran pada Kamis (25/6) memperingatkan agar tidak ada yang melintasi Selat Hormuz tanpa izin, dan mengatakan bahwa kapal yang tidak mematuhi aturan âakan ditindakâ.
Masa depan selat tersebut, jalur vital untuk pengiriman energi yang dikuasai Iran selama perang, merupakan poin penting yang menjadi kendala dalam negosiasi antara Teheran dan Washington.
Teheran mengatakan pihaknya berencana untuk memberlakukan apa yang disebutnya biaya layanan maritim, sebagai pengganti tol, sementara Amerika Serikat (AS) berpendapat bahwa itu adalah jalur air internasional dan oleh karena itu biaya tidak boleh dikenakan Iran.
âSatu-satunya jalur resmi untuk melintasi Selat Hormuz adalah jalur yang diumumkan oleh Republik Islam Iran,â kata Garda Revolusi, sayap ideologis militer Iran.
Dalam sebuah pernyataan, mereka memperingatkan bahwa setiap penyeberangan tanpa izin adalah "tidak dapat diterima dan sangat berbahaya".
Mereka juga mengecam apa yang mereka sebut sebagai rute baru melalui jalur air yang diumumkan oleh "pihak berwenang tertentu", tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Selat Hormuz adalah selat sempit antara Iran dan negara-negara Teluk yang biasanya dilalui oleh sekitar 20 persen minyak mentah dan gas alam cair dunia. Pada bagian tersempitnya, lebarnya hanya sekitar 30 km.
Satu-satunya rute yang saat ini diizinkan oleh Iran melewati koridor yang mengikuti garis pantai negara tersebut.
Nota kesepahaman yang ditandatangani pada 17 Juni lalu oleh Teheran dan Washington untuk mengakhiri perang mereka menetapkan bahwa kapal-kapal komersial dapat melintasi selat tersebut secara gratis selama 60 hari ke depan.
Dengan Iran dan AS yang sedang bernegosiasi, belum jelas pengaturan apa yang akan berlaku setelah periode tersebut.
Iran dan Oman, yang juga berbatasan dengan selat tersebut, mengumumkan pada 23 Juni bahwa mereka akan mempelajari "biaya" yang akan dikenakan untuk layanan yang terkait dengan administrasi selat tersebut.
Namun, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang mengunjungi negara-negara Teluk tetangga, mengatakan Washington tidak akan menerima pungutan atau biaya apa pun. SB/AFP
- selat hormuz
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Herdman Incar 10 Diaspora Perkuat Piala Asia
-
DPRD DKI Usul Revisi UU DKJ soal Rasio Representasi Dewan
-
Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Kementan Alokasikan 205 Ribu Dosis Vaksin pada 2026
-
Zverev dan Medvedev Tersingkir, Final Shanghai Masters Sajikan Laga Sesama Petenis Spanyol
-
Mike Flanagan Mengaku Belum Menonton Clayface
-
AS Imbau Kapal Komersial Jauhi Teluk Oman Guna Hindari Keterlambatan
-
Warga Jakarta Bukan Cuma Butuh Hunian tapi Juga Tanah Makam, Pemrov DKI Gerak Cepat Cari Lahan Baru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.