Lima Kandidat Utama Juara Tunggal Putri Wimbledon 2026
Kamis, 25 Jun 2026, 06:00 WIBLONDON â Turnamen Wimbledon 2026 akan dimulai pekan depan dengan persaingan sengit di sektor tunggal putri. Sejumlah nama besar siap memburu gelar Grand Slam lapangan rumput paling bergengsi tersebut.
Berikut lima petenis yang diprediksi menjadi kandidat kuat perebut gelar Wimbledon tahun ini.
Iga Swiatek (Polandia)
Peringkat dunia: 3
Juara bertahan Wimbledon, Iga Swiatek, datang dengan tantangan besar. Petenis Polandia itu belum mencapai final turnamen WTA sejak September lalu, periode terpanjang tanpa final sejak ia meraih gelar Grand Slam pertamanya pada 2020.
Perjalanan Swiatek sempat terganggu masalah cedera kaki berulang pada musim lalu serta penyakit yang dialaminya pada April.
Performa terbarunya juga belum sepenuhnya meyakinkan. Pada French Open bulan lalu, Swiatek tampil penuh kesalahan dan terlihat gugup ketika kalah dari Marta Kostyuk di babak 16 besar.
Namun, petenis berusia 25 tahun itu percaya perubahan teknik yang dilakukan bersama pelatih Francisco Roig, terutama dalam pergerakan kaki dan servis, akan membawa dampak positif.
âPada tahun-tahun awal karier saya, hasil datang secara konsisten dan cepat. Namun kenyataannya olahraga tidak selalu seperti itu. Saya tahu perubahan tidak akan langsung menghasilkan sesuatu, tetapi saya percaya berada di jalur yang benar,â ujar Swiatek. Sebagai juara bertahan, Swiatek tetap menjadi ancaman besar di Wimbledon.
Aryna Sabalenka (Belarusia)
Peringkat dunia: 1
Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka masih menjadi salah satu favorit utama meski Wimbledon merupakan satu-satunya Grand Slam yang belum pernah membawanya ke final.
Sabalenka mencapai semifinal dalam tiga penampilan terakhirnya di Wimbledon dan memiliki permainan yang sangat cocok untuk lapangan rumput.
Namun, performanya mengalami penurunan sejak memenangkan Sunshine Double di Amerika Serikat pada Maret.
Ia mencatat sejarah kurang menyenangkan setelah menjadi petenis nomor satu dunia pertama yang mengalami kekalahan set penentuan 0-6 (bagel) dalam dua turnamen beruntun, yaitu French Open dan Berlin Open.
Sabalenka juga belum pernah memenangkan gelar tunggal WTA di lapangan rumput.
Meski demikian, petenis berusia 28 tahun itu sudah berkali-kali membuktikan mampu bangkit dalam situasi sulit.
Elena Rybakina (Kazakhstan)
Peringkat dunia: 2
Rybakina memulai 2026 dengan sangat gemilang. Ia memenangkan Australian Open, gelar Grand Slam keduanya setelah sebelumnya menjadi juara Wimbledon 2022.
Namun, perjalanan musimnya kemudian menurun.
Petenis berusia 27 tahun itu tersingkir di babak kedua French Open dan kesulitan selama musim lapangan rumput.
Ia kalah di perempat final Queenâs Club Championships sebelum tersingkir pada babak 16 besar Berlin Open. Rybakina juga sempat mengalami masalah kebugaran ketika mundur dari Bad Homburg Open karena cedera pinggul.
Meski begitu, gaya bermainnya yang mengandalkan servis keras dan pukulan agresif membuatnya tetap menjadi ancaman serius di Wimbledon.
Coco Gauff (Amerika Serikat)
Peringkat dunia: 7
Coco Gauff datang ke Wimbledon dengan misi memperbaiki performa setelah mengalami musim yang tidak mudah.
Tahun lalu, Gauff bekerja sama dengan ahli biomekanik Gavin MacMillan untuk memperbaiki servisnya yang sering menjadi kelemahan, terutama karena banyak melakukan double fault.
Namun perubahan tersebut belum sepenuhnya berhasil. Pada 2025, Gauff mencatat 431 double fault dan kembali menjadi pemain dengan jumlah kesalahan servis ganda terbanyak. Pada 2026, ia masih memimpin statistik tersebut dengan 226 double fault.
Petenis berusia 22 tahun itu juga belum memenangkan gelar tahun ini.
Pertahanan gelar Prancis Open berakhir di babak ketiga, sementara musim lapangan rumputnya dimulai dengan kekalahan di babak 16 besar Berlin Open.
Meski demikian, Gauff memiliki kemampuan atletik luar biasa dan tetap berpeluang mengejar gelar lapangan rumput pertamanya.
Mirra Andreeva (Russia)
Peringkat dunia: 5
Nama paling menarik dalam persaingan Wimbledon tahun ini adalah Mirra Andreeva. Petenis muda berusia 19 tahun itu baru saja memenangkan Grand Slam pertamanya di French Open dan menunjukkan perkembangan luar biasa sepanjang musim.
Dalam pidato emosional setelah kemenangan tersebut, Andreeva mengaku bangga karena mampu terus percaya diri dan berjuang melewati tekanan.
Kemajuan Andreeva terlihat jelas sepanjang 2026. Ia mencapai empat final WTA dan memenangkan tiga di antaranya, termasuk gelar Roland Garros.
Di Wimbledon tahun lalu, Andreeva sudah menunjukkan potensinya dengan mencapai perempat final untuk pertama kalinya. Dengan kepercayaan diri baru setelah menjadi juara Grand Slam, ia berpeluang melangkah lebih jauh tahun ini.
Sektor tunggal putri Wimbledon 2026 menghadirkan kombinasi menarik antara pengalaman dan generasi baru.
Sabalenka memiliki kekuatan dan konsistensi, Swiatek membawa status juara bertahan, Rybakina punya rekam jejak juara lapangan rumput, sementara Gauff dan Andreeva membawa energi generasi baru. Turnamen tahun ini diprediksi menjadi salah satu edisi Wimbledon putri paling terbuka dalam beberapa musim terakhir.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
AS Jamin Timnas Iran Tetap Disambut di Piala Dunia, Wacana Italia Picu Polemik
-
Keberanian Atletico Diuji Ketajaman Arsenal
-
Remaja 14 Tahun Ikut Tawuran? Kapolres Metro Bekasi Bongkar Daftar 13 Pelaku di Babelan
-
Cuaca Hari Ini, Mayoritas Kota Besar Diprakirakan Hujan Ringan
-
BIGBANG Comeback! Tur Dunia 20 Tahun Dimulai Agustus dan Album Baru Segera Rilis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.