Hadir di Kabupaten Belu, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemanfaatan Kelor Diperluas

Kamis, 25 Jun 2026, 13:55 WIB

JAKARTA - Kelor asal Nusa Tenggara Timur (NTT) didorong menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya memiliki nilai gizi tinggi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi besar tanaman kelor dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

Staf Ahli Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Yane Ardian Bima Arya menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri Pelatihan Pengolahan Pangan Berbasis Kelor dalam Mendukung Gerakan Keluarga Cerdas Gizi di Gedung Wanita Betelalenok, Kabupaten Belu, NTT. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan potensi pangan lokal yang kaya nutrisi.

Ket. Foto: Kelor asal Nusa Tenggara Timur (NTT) didorong menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya memiliki nilai gizi tinggi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi besar tanaman kelor dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. — Sumber: Kemendagri

"Mari kita jadikan kelor sebagai salah satu komoditas unggulan NTT. Terus kita gaungkan ya, Bapak-Ibu semua! Sekaligus berkontribusi dalam upaya mewujudkan keluarga yang sehat, kuat, dan bebas stunting melalui konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman," kata Yane.

Menurut Yane, kelor yang tumbuh di wilayah NTT memiliki kualitas yang sangat baik karena berkembang di daerah dengan kondisi tanah kering dan iklim yang cukup ekstrem. Karakteristik tersebut membuat kandungan gizi kelor menjadi lebih padat dibandingkan tanaman serupa yang tumbuh di wilayah lain.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan TP PKK Pusat memberikan pelatihan kepada para ibu dan masyarakat setempat. Melalui pelatihan itu, pemanfaatan kelor diharapkan tidak hanya sebatas konsumsi rumah tangga, tetapi juga dapat diolah menjadi produk pangan bernilai tambah.

"Terbaik, salah satu terbaik di dunia. Jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan sangat baik. Jadi, selain mudah dibudidayakan di sini, kelor memiliki kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan," lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa kandungan nutrisi pada kelor sangat bermanfaat untuk mendukung kesehatan keluarga. Namun demikian, masyarakat tetap perlu menerapkan pola konsumsi yang seimbang dengan mengombinasikan berbagai sumber pangan bergizi lainnya.

Yane mengingatkan bahwa kelor bukan satu-satunya sumber nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Konsumsi protein hewani seperti ikan, telur, dan susu tetap diperlukan karena mengandung asam amino esensial, zat besi, seng, serta vitamin B12 yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

"Kita tidak hanya belajar mengenai budidaya dan pengolahan kelor menjadi produk yang bernilai tambah, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang bagi keluarga," tambahnya.

Lebih lanjut, Yane menilai kelor memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu komoditas strategis daerah. Selain membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tanaman tersebut juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi apabila dibudidayakan dan diolah secara berkelanjutan.

Pengembangan produk berbahan dasar kelor diyakini mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal. Dengan dukungan pelatihan, inovasi produk, dan pemasaran yang tepat, kelor dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru yang berasal dari potensi lokal NTT.

"Semoga pelatihan ini berjalan dengan lancar, memberikan manfaat yang besar bagi peserta, dan menjadi langkah nyata dalam pengembangan potensi kelor di Nusa Tenggara Timur," harapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Belu Lidwina Viviawaty Ng Lay, Founder Timor Moringa Meybi Agnesya sebagai narasumber, serta jajaran pengurus TP PKK Pusat dan TP PKK Kabupaten Belu. Kehadiran berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mengembangkan kelor sebagai komoditas unggulan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.