Keir Starmer Dinilai Gagal Tangani Berbagai Persoalan Domestik

Selasa, 23 Jun 2026, 01:11 WIB

London – Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh sekaligus mengakhiri masa kepemimpinannya yang berlangsung kurang dari dua tahun.

Dalam pidato emosional di depan kediaman resmi 10 Downing Street, London, pada Senin (22/6), Starmer mengatakan seluruh keputusan yang diambil selama menjabat didasarkan pada kepentingan negara. “Setiap keputusan yang saya ambil adalah untuk mengutamakan negara yang saya cintai.

Ket. Foto: Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer. — Sumber: Adrian Dennis/AFP

 Itulah mengapa saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh,” kata Starmer. Kritik terhadap kepemimpinan Starmer terus bermunculan. Anggota Majelis Tinggi Parlemen Inggris dari Partai Konservatif, Richard Balfe, menilai Starmer kehilangan dukungan politik dan gagal menangani berbagai persoalan domestik.

 “Perdana Menteri Starmer telah kehabisan teman. Dia cukup baik dalam urusan luar negeri, tetapi sama sekali tidak mampu menangani isuisu dalam negeri,” kata Balfe. Menurut Balfe, Starmer yang berlatar belakang pengacara hak asasi manusia dinilai tidak berhasil menjalankan sebagian besar agenda kebijakan dalam negeri yang menjadi tanggung jawab pemerintahannya.

 Sebelumnya, sekitar 100 anggota parlemen Partai Buruh dilaporkan telah mendesak Starmer mundur pada Mei lalu setelah partai itu mengalami hasil buruk dalam pemilihan lokal. Jumlah anggota parlemen yang meminta pengunduran dirinya disebut terus bertambah usai keberhasilan Andy Burnham memenangkan kursi parlemen pekan lalu, yang makin memperkuat tekanan terhadap posisi Starmer sebagai pemimpin Partai Buruh.

Andy Burnham Berpeluang

Dilansir dari AFP, Starmer menjelaskan proses pemilihan pemimpin baru Partai Buruh akan dimulai pada Juli mendatang. Ia akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga penggantinya terpilih dan siap bertugas sebelum parlemen kembali bersidang setelah reses musim panas pada September.

 “Saya akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga kontes pemilihan selesai, dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk memastikan peralihan kekuasaan yang tertib,” ujarnya.

 Salah satu nama yang disebut berpeluang menggantikan Starmer adalah Andy Burnham. Politisi senior Partai Buruh itu dijadwalkan kembali ke parlemen setelah memenangkan pemilihan khusus pekan lalu,

membuka peluang untuk maju dalam kontestasi kepemimpinan partai. Pengunduran diri Starmer mengakhiri berbulan-bulan spekulasi mengenai masa depan politiknya. Hingga akhir pekan lalu, ia masih menegaskan akan terus bertahan di tengah meningkatnya tekanan politik, sejumlah skandal, serta pengunduran diri beberapa tokoh penting dalam Partai Buruh.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.