- Home
-
- Luar Negeri
-
- Eropa Dilanda Gelombang Pa...
Eropa Dilanda Gelombang Panas Baru, Diperkirakan akan Semakin Buruk
Senin, 22 Jun 2026, 09:50 WIBPARIS - Eropa dilanda gelombang panas yang mengancam akan memecahkan rekor suhu bulan Juni. Prancis melarang alkohol di daerah-daerah yang berstatus siaga merah pada hari Minggu (21/6), Spanyol dan Jerman membatalkan atau menunda acara olahraga, dan Inggris memperingatkan tentang "malam tropis".Â
Kurang dari sebulan setelah gelombang panas bulan Mei yang memecahkan rekor di beberapa negara Eropa, benua itu menghadapi gelombang cuaca ekstrem baru, suhu diperkirakan akan meningkat lebih jauh dalam beberapa hari mendatang.
Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa gelombang panas yang berulang merupakan penanda jelas dari pemanasan global, yang terutama disebabkan oleh pembakaran batu bara, minyak, dan gas. Mereka juga memperingatkan gelombang panas tersebut akan menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih intens.
Berikut rangkuman dampak yang ditimbulkan oleh gelombang panas terbaru di Eropa.
Prancis
Prancis tetap menggelar festival musik jalanan tahunan "Fête de la Musique" meskipun cuaca panas, tetapi museum Louvre di Paris membatalkan konser gratis di bawah piramida kacanya yang terkenal.
Namun pemerintah mengumumkan larangan konsumsi alkohol di tempat umum selama perayaan di wilayah yang berada dalam status siaga merah karena alasan kesehatan dan ketertiban umum.
Di beberapa bagian negara, suhu telah melewati angka 40 derajat, dengan suhu 42,2 derajat tercatat di Pissos, di wilayah Landes bagian barat daya.
Pihak berwenang menetapkan rekor 35 departemen -- kira-kira sepertiga dari negara itu -- dalam status siaga merah. Jumlah itu akan meningkat pada hari Senin menjadi 49 dari 96 departemen daratan Prancis, atau setengah dari negara itu, kata layanan cuaca nasional.
Di Paris, pejabat kota mengizinkan berenang di Canal Saint-Martin, agar warga dapat menyegarkan diri.
JermanÂ
Panitia penyelenggara menangguhkan final turnamen tenis Berlin Open dan mengevakuasi semua orang dari lokasi acara karena badai petir yang hebat. Pertandingan akhirnya dilanjutkan enam jam kemudian.
Suhu di ibu kota Jerman mencapai lebih dari 30 derajat Celcius sepanjang akhir pekan, badai melanda sebagian besar wilayah tersebut pada hari Minggu.
BelgiaÂ
Suhu di Belgia -- yang sudah melewati 30 derajat pada hari Minggu -- diperkirakan akan menjadi "suhu terpanas yang pernah tercatat" di sana minggu depan, demikian peringatan David Dehenauw, kepala peramalan di institut meteorologi IRM.
Perusahaan kereta api nasional SNCB mengumumkan beberapa kereta api pada jam sibuk telah dibatalkan untuk hari Senin dan Selasa guna mengurangi risiko kerusakan yang dapat menghalangi jalur kereta.
SpanyolÂ
Di Spanyol, penayangan publik pertandingan Piala Dunia tim nasional sepak bola melawan Arab Saudi di Madrid dibatalkan karena perkiraan cuaca panas ekstrem di ibu kota, kata para pejabat.
Spanyol mengumumkan gelombang panas resmi pertama tahun ini mulai Minggu hingga Rabu, dengan suhu diperkirakan mencapai 44 derajat Celcius di beberapa daerah.
Di Spanyol dan negara tetangganya, Portugal, orang-orang memadati pantai dalam kerumunan besar, menantang cuaca di jalanan sambil memegang kipas tangan atau menggunakan payung untuk melindungi diri dari terik matahari saat akhir pekan berubah menjadi sangat panas.
Swiss
Layanan cuaca Swiss memperingatkan akan adanya "gelombang panas hebat" yang membawa suhu hingga 37 derajat Celsius, dengan peringatan di daerah dataran rendah. Belum jelas kapan gelombang panas ini akan berakhir.
BalkanÂ
Peringatan cuaca oranye untuk suhu tinggi diprediksi akan terjadi di sebagian wilayah Kroasia dan Serbia dalam beberapa hari mendatang, dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius.
Pemerintah Kroasia mengeluarkan rekomendasi kesehatan untuk menghadapi cuaca panas ekstrem, sementara Makedonia Utara, Bosnia, dan Montenegro juga bersiap menghadapi suhu ekstrem.
Britania RayaÂ
Layanan prakiraan cuaca Inggris mengeluarkan peringatan amber untuk cuaca panas ekstrem dari hari Senin hingga Kamis, dengan suhu diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius di Inggris dan Wales dalam beberapa hari mendatang.
"Suhu malam hari juga akan sangat tinggi, dengan fenomena Malam Tropis yang meluas, di mana suhu tidak turun di bawah 20 derajat Celsius, di seluruh bagian selatan Inggris," kata Met Office.
Liz Bentley, kepala eksekutif Royal Meteorological Society, mengatakan minggu ini akan membawa "gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan suhu yang kemungkinan mencapai 38-39 derajat Celsius", melampaui rekor suhu bulan Juni yaitu 35,6 derajat Celsius.
"Ini akan menyebabkan dua bulan berturut-turut, Mei dan Juni, di mana rekor suhu di Inggris telah dipecahkan dengan selisih lebih dari 2 derajat Celcius," kata Bentley.
"Kita sedang menghadapi gelombang panas yang intens dan memecahkan rekor dengan dampak luas pada kesehatan masyarakat, infrastruktur, dan layanan penting," kata Akshay Deoras, seorang ilmuwan peneliti di departemen meteorologi di Universitas Reading, Inggris.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
Hanya 27,8 Persen Masyarakat Sikat Gigi Sebelum Tidur Sebabkan Risiko Biaya Perawatan Gigi Meningkat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.