Ekonomi Hijau Menggeliat, 3,88 Juta Pekerjaan Baru Siap Tercipta di 2026
Senin, 22 Jun 2026, 18:00 WIBJAKARTA â Pekerjaan hijau (green jobs) menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi menuju pembangunan rendah karbon dan berkelanjutan.
Sektor ini mencakup berbagai aktivitas yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan, efisiensi energi, serta pengurangan emisi, seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan pertanian berkelanjutan.
Pertumbuhan green jobs tidak hanya menciptakan peluang kerja baru, tetapi juga mendorong pergeseran keterampilan tenaga kerja agar lebih adaptif terhadap ekonomi hijau.
Namun, tantangannya terletak pada kesiapan SDM, dukungan kebijakan, serta investasi yang memadai agar transisi ini dapat berjalan inklusif dan tidak meninggalkan kelompok pekerja yang rentan.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui âOutlook Ketenagakerjaan 2026â memproyeksikan potensi jumlah pekerjaan hijau (green jobs) di Indonesia dapat mencapai 3,88 juta orang pada 2026.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Ketenagakerjaan Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan peluang ini hadir menyusul kebijakan hilirisasi sumber daya alam (SDA) terus berkembang, lalu perkembangan energi baru terbarukan (EBT) terus berjalan, juga adanya kesadaran dan implementasi ekonomi sirkular, elektrifikasi transportasi, hingga modernisasi industri.
âPeluang kerja yang tercipta dari hilirisasi dan ekonomi hijau harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Karena itu, pengembangan keterampilan menjadi faktor yang sangat penting,â ujar Anwar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (22/6).
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa perubahan lanskap ketenagakerjaan pada abad ke-21 pun turut dipengaruhi berbagai faktor global, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, digitalisasi, hingga tuntutan pembangunan berkelanjutan.
âIndonesia berada pada momentum penting untuk mentransformasi pasar kerja menuju struktur yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan,â kata Anwar.
Agar dapat memanfaatkan peluang dalam sektor ekonomi hijau tersebut, ia mengatakan Kemnaker terus mendorong penguatan sistem pengembangan kompetensi nasional melalui strategi link and match antara pelatihan vokasi dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri.
Di sisi lain, ia mengatakan âOutlook Ketenagakerjaan 2026â diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun langkah-langkah strategis.
Hal ini, lanjut dia, sebagai upaya untuk memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia dan menciptakan pasar kerja yang lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan.
ââOutlook Ketenagakerjaan 2026â memberikan gambaran mengenai peluang, tantangan, serta arah kebijakan yang perlu ditempuh untuk memperkuat ketahanan pasar kerja nasional,â kata Anwar.
- Green Jobs
- pekerjaan hijau
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
TKD Triwulan Pertama di KPPN Barabai Tumbuh 5,72 Persen
-
Green Jobs: Apa Benar Punya Prospek Buat Generasi Zilenial?
-
Susah-susah Bayar Pajak, Malah Ditilep Pejabat Pajak
-
Kabar Baik! Kemenperin Siapkan Strategi Buka Green Jobs untuk Generasi Muda
-
Luka Modric Alami Retak Tulang Pipi, AC Milan Pastikan Segera Jalani Operasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.