Cincin Donat Segera Dibangun

Senin, 22 Jun 2026, 01:15 WIB

JAKARTA - Fasilitas pejalan kaki (pedestrian deck) Dukuh Atas yang melingkar dengan nama Jembatan Cincin Donat, di Setiabudi, Jakarta Selatan, mulai dibangun dengan target rampung 2028. “Pencanangan pedestrian deck Dukuh Atas secara resmi dimulai. Semoga pembangunan ini akan membuat Jakarta menjadi semakin baik transportasinya,” kata Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Minggu.

Fasilitas khusus pejalan kaki ini dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi publik seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodetabek, KRL, Transjakarta, dan kereta bandara. Fasilitas tersebut dibuat melingkar dengan diameter sekitar 118 meter dan lebar kurang lebih 12 meter.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan keterangan pers dalam kegiatan peletakan batu pertama pedestrian deck Dukuh Atas berbentuk melingkar (Jembatan Cincin Donat), Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (21/6). — Sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Nantinya, akan ada area komersial yang menghubungkan jalur pergerakan pejalan kaki di jembatan tersebut. “Saya yakin pasti nanti kereta bandara akan hidup, terintegrasi secara keseluruhan dan city check-in,” kata Pramono.

Dia menyampaikan belum ada nama resmi untuk pedestrian deck tersebut. Maka, Pemprov akan membuka sayembara kepada publik untuk penamaan yang tepat fasilitas pejalan kaki itu.

“Sekarang ini ada yang menamakan Cincin Donat. Karena memang ini nanti bentuknya seperti donat,” kata Pramono.

Dalam kesempatan itu, Pramono menyampaikan prestasi Jakarta yang kini menduduki peringkat kedua untuk transportasi publik terbaik di ASEAN setelah Singapura, nomor delapan di Asia, nomor tujuh belas di dunia. Jakarta juga menempati peringkat ke-53 dunia dalam daftar 100 Kota Terbaik di Dunia 2026 yang dirilis perusahaan konsultan di Brussel, Belgia, Resonance Consultancy. Posisi tersebut melampaui Washington DC, Amerika Serikat yang berada di posisi ke-57.

“Jakarta sekarang di dalam 100 kota atau capital city dunia. Jakarta lebih baik dari Washington DC,” jelasnya. Pedestrian deck tersebut akan menghadirkan perjalanan yang lebih mulus dan memangkas jarak. Selain menjadi jalur penghubung, pedestrian deck akan membentuk wajah baru kawasan Sudirman–Dukuh Atas yang lebih modern, ramah pejalan kaki, dan terintegrasi.

Infrastruktur ini juga dirancang agar dapat diakses dengan aman dan nyaman oleh seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas. “Kehadirannya akan meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki. Dia juga memperkuat integrasi antarmoda transportasi publik,” katanya.

Pramono berharap pembangunan tersebut turut menghidupkan ruang publik dan mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Dukuh Atas. Selama masa konstruksi, proyek ini berpotensi menciptakan lapangan kerja. Setelah beroperasi, konektivitas yang semakin baik diharapkan meningkatkan daya tarik kawasan bagi pelaku usaha dan investor.

Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas juga membuka peluang penerapan skema pembiayaan kreatif (creative financing) melalui kolaborasi dengan sektor perbankan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan ini memungkinkan pembangunan infrastruktur kota tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pramono menilai, pola kolaboratif diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan sekaligus menjaga kepercayaan publik. “Saya berharap pembangunan ini dapat berjalan tepat waktu dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan,” tuaksnya.

  • Bangun Infrastruktur

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.