85 Persen Penjualan Sudah Online, Perajin Handicraft Temanggung Genjot Ekspor di Tengah Pelemahan Rupiah
Senin, 22 Jun 2026, 06:30 WIBTemanggung - Perajin handicraft Kayuki di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memperkuat strategi penjualan secara daring guna memangkas biaya operasional sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga ke pembeli global memanfaatkan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Pemilik usaha handicraft Kayuki Ristiyanto di Temanggung, Minggu (21/6), mengatakan, pelemahan rupiah berdampak langsung terhadap kenaikan biaya produksi, terutama untuk bahan baku impor yang selama ini digunakan dalam pembuatan sejumlah produk kerajinan, seperti multi triplek, akrilik, wood filler atau dempul, dan plastik.
"Dengan kondisi tersebut maka kami harus mencari cara agar tetap kompetitif dan menjaga keberlangsungan usaha," katanya.
Menurut dia, pemasaran melalui platform digital menjadi solusi yang efektif karena mampu menekan berbagai biaya operasional, seperti biaya promosi konvensional dan distribusi.Â
"Sekarang ini 85 persen kita penjualan di online, yang kita persiapkan adalah sesuatu produk yang lebih baru, dimana nanti produk itu memang pesaingnya sedikit, jadi nanti bisa diterima pasar itu lebih baik dan lebih banyak lagi," katanya.
Selain itu, sistem penjualan daring memungkinkan produk Kayuki dipasarkan langsung kepada konsumen di berbagai negara tanpa harus melalui banyak jalur distribusi.
"Dengan memanfaatkan marketplace internasional dan media sosial, Kayuki kini lebih aktif membangun komunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor sekaligus memperkuat posisi produk kerajinan lokal di pasar global," katanya.
Ia menuturkan, pelaku usaha optimistis produk handicraft buatan Temanggung memiliki daya saing yang tinggi karena mengedepankan kualitas, keunikan desain, serta sentuhan kerajinan tangan yang menjadi nilai tambah di mata konsumen mancanegara.
"Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi nilai tukar, transformasi digital dinilai menjadi salah satu langkah penting bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk bertahan sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas," katanya.Â
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wamendagri Dorong Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Efektif dan Efisien
-
Trump Sanggah Tudingan Segera Akhiri Perang karena Pemilu Paruh Waktu
-
Misa Rabu Abu di Manokawari
-
Korea Selatan Melakukan Pengiriman Darurat Sistem Pertahanan Rudal untuk Memperkuat Pertahanan AS dan UEA dari Serangan Iran
-
Sadora 2026, Cara Seru McDonald’s Indonesia Ajak Anak-Anak Belajar Kebaikan Sambil Menanti Buka Puasa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.