BMKG Tetapkan Sejumlah Wilayah NTB Siaga Kekeringan, El Nino Diprediksi Menguat hingga Akhir 2026

Sabtu, 20 Jun 2026, 20:29 WIB

Mataram - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan lima daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini berstatus siaga kekeringan meteorologis seiring panjangnya hari tanpa hujan akibat pengaruh iklim global El-Nino.   

"Hari tanpa hujan berturut-turut secara umum pada kategori menengah hingga sangat panjang," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini di Mataram, Sabtu (20/6). 

Ket. Foto: Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada dasarian III Juni 2026. — Sumber: Antara

Daerah yang masuk level siaga kekeringan meliputi Kecamatan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat, Kecamatan Jonggat di Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Pringgabaya dan Suela di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Hu’u dan Manggalewa di Kabupaten Dompu, serta Kecamatan Palibelo di Kabupaten Bima.

Hari tanpa hujan paling panjang tercatat di Stasiun Meteorologi Muhammad Salahuddin di Kabupaten Bima yang mencapai 35 hari berturut-turut dan masuk kategori sangat panjang.

BMKG juga menetapkan sejumlah kecamatan di Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima dalam level waspada kekeringan meteorologis. 

Suci mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak untuk mengantisipasi krisis air bersih sehubungan dengan meluasnya wilayah yang masuk dalam level siaga dan level waspada akibat hari tanpa hujan yang kian memanjang tersebut.  

Pada dasarian III Juni 2026 atau periode 21-30 Juni, BMKG memprakirakan peluang hujan masih terbatas lebih dari 20 milimeter per dasarian dengan dasarian dengan probabilitas sekitar 10 hingga 40 persen di sebagian wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.   

BMKG meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.   

Berdasarkan hasil pemantauan IOD yang dilakukan BMKG pada dasarian terakhir menunjukkan IOD berada dalam kategori negatif dengan indeks minus 0,49 dan berpeluang beralih menuju positif mulai Agustus hingga Desember 2026.

Anomali SST di wilayah Nino3.4 menunjukkan ENSO berada pada kategori El-Nino Moderat dengan indeks +1,40.

"El-Nino diprediksi bertahan pada kategori Moderat dengan peluang 100 persen dan berpotensi meningkat menjadi El-Nino kuat dengan peluang 86 persen hingga akhir tahun 2026," pungkas Suci.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.