Anak Sejak Dini Perlu Dikenalkan Cara Berpikir Komputasional
Jumat, 19 Jun 2026, 14:55 WIBJAKARTA -Anak-anak sejak dini perlu dikenalkan pola pikir komputasional, seperti mulai dari PAUD. Tahun lalu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)Â menerapkan wajib belajar 13 tahun, dengan satu tahun fase prasekolah (PAUD/TK) kini menjadi kewajiban.Â
Paskakebijakan itu, upaya membekali fondasi berpikir siswa prasekolah pun dikejar, antara lain dengan penerapan kemampuan Berpikir Komputasional (Computational Thinking). Sebagai keterampilan yang bersifat seumur hidupÂ
dan dibutuhkan pada abad ke-21, implementasi Berpikir Komputasional menjadi ikhtiar jangka panjang untuk mendukung capaian Indonesia dalam Programme for Internasional Student Assesment (PISA) 2029 dan seterusnya.
Akademisi dari Universitas Panca Sakti Bekasi, Irma Yuliantina, yang meneliti implementasi kemampuan Berpikir Komputasional di tingkat PAUD, menyebutkan bahwa sekalipun menggunakan istilah âkomputasi,â
penerapan Berpikir Komputasional tidak berkaitan dengan penggunaan gawai maupun melatih anak menjadi programmer sejak dini.
âKemampuan Berpikir Komputasional justru membentuk generasi yang mampu berpikir logis, kreatif, dan memecahkan masalah secara efisien melalui permainan,â ujarnya. Penelitian selama tiga tahun di 36 PAUD mitra Djarum Foundation di Kabupaten Kudus menunjukkan keterampilan berpikir ini dapat diintegrasikan dengan kurikulum nasional, termasuk Kurikulum Merdeka. Juga menitikberatkan pembelajaran pada figur siswa, dengan dukungan dari pengajar sebagai fasilitator.
Irma menyebut, implementasi PAUD ini tidak hanya dapat dilakukan oleh sekolah yang memiliki fasilitas komprehensif, tetapi dapat diterapkan oleh institusi mana pun secara kreatif. Tujuannya, memperkuat keterampilan berpikir tingkat tinggi sejak dini, dengan membina kompetensi kognitif dasar anak-anak, sebagai fondasi berpikir untuk kemampuan lain termasuk literasi baca, matematika, dan sains yang akan dikembangkan di tingkat lanjut.Â
âImplementasi kemampuan Berpikir Komputasional membutuhkan kapasitas guru yang mumpuni dalam memahami konsep ini,â tambahnya. Penerapan yang lebih luas di tingkat PAUD juga perlu didukung payung kebijakan. Sementara itu, integrasinya dalam pembelajaran sehari-hari menyelaraskan dengan kurikulum nasional yang diterapkan di tingkat PAUD, seperti Kurikulum Merdeka.
Dari segi sistem, masih ada tantangan yang perlu dibenahi karena hingga kini belum ada panduan nasional khusus Berpikir Komputasional di PAUD. Sedangkan pelatihan guru dan akses sumber pembelajarannya pun terbatas. Ini berkontribusi ke timpangnya kualitas satuan PAUD daerah. Jika tidak diatasi, akan menambah tantangan dari sisi guru yang mengimplementasikannya di lapangan.
Maka, perlu dukungan untuk implementasi Berpikir Komputasional mulai di tingkat kebijakan hingga implementasinya oleh pendidik di kelas. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk implementasi Berpikir Komputasional di tingkat PAUD ini. Sebab, kehadiran guru yang kompeten, dukungan kepala sekolah, penerapan Berpikir Komputasional yang terintegrasi dengan kurikulum, serta pendampingan berkelanjutan dari orang tua, memengaruhi implementasi Berpikir Komputasional.
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen Kurniawan menyampaikan bahwa dari sisi kebijakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dulu) telah memperkuat muatan informatika. Inia da dalam
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 37 Tahun 2018. Isinya, tentang perubahan Kompentensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu landasan pengembangan keterampilan abad ke-21. Ini termasuk Berpikir Komputasional, sebagai kompetensi yang relevan di era digital.Â
Di jenjang PAUD, implementasi Berpikir Komputasional masih bersifat kontekstual dan belum diatur eksplisit dalam kurikulum nasional. Penerapannya umumnya dilakukan melalui integrasi ke dalam kegiatan bermain,Â
pemecahan masalah, dan penguatan keterampilan berpikir sesuai karakteristik pembelajaran anak usia dini.
- komputasional
- paud
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.