Ekonomi Syariah Disebut Mesin Pertumbuhan Baru di Masa Ketidakpastian

Rabu, 17 Jun 2026, 17:55 WIB

JAKARTA – Ekonomi syariah semakin menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang potensial karena mengintegrasikan prinsip keuangan, perdagangan, dan investasi yang berorientasi pada keberlanjutan serta keadilan.

Perkembangan sektor halal, perbankan syariah, hingga industri keuangan berbasis syariah tidak hanya memperluas inklusi ekonomi, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.

Ket. Foto: Arsip foto - Pegawai menghitung uang di kantor cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak Atom

Dengan dukungan regulasi dan meningkatnya permintaan pasar, ekonomi syariah berpeluang menjadi motor penguatan daya saing nasional sekaligus memperluas kontribusi Indonesia dalam ekosistem halal global.

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard menyatakan pengembangan ekonomi syariah merupakan kunci pertumbuhan perekonomian nasional di tengah meningkatnya dinamika geopolitik dan krisis global.

Ia mengatakan, di Jakarta, Rabu (14/6), bahwa dunia saat ini sedang memasuki era ketidakpastian yang semakin kompleks akibat ketegangan geopolitik yang berdampak langsung terhadap harga energi, pangan, dan logistik, hingga aliran investasi.

Dia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak lagi berasumsi bahwa gejolak global tersebut bersifat sementara dan situasi akan kembali seperti sediakala.

“Pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana kita mengubah krisis menjadi peluang transformasi ekonomi. Dan di sinilah relevansi ekonomi syariah menjadi semakin nyata," ujar Febrian Alphyanto Ruddyard dalam “Seminar Islamic Economic Outlook 2026: Scenario & Strategic Options from Regional Crisis”.

Ia menuturkan, ekonomi syariah bukan lagi sekadar identitas dan preferensi agama tertentu karena sistem tersebut menawarkan kerangka kerja nyata yang menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, serta prinsip keberlanjutan.

“Ketika kita memperkuat industri halal dan ekonomi syariah, kita sebenarnya sedang membangun sistem ekonomi yang lebih tangguh, lebih inklusif, dan lebih berkelanjutan," ujarnya pula.

Febrian menyampaikan bahwa perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan penting untuk menghadapi tiga tantangan utama di masa mendatang, yakni tingginya harga energi, meluasnya ketidakstabilan kawasan, serta potensi konflik berkepanjangan yang mengganggu keamanan pangan.

Untuk mengatasi hal tersebut, negara tidak boleh memiliki ketergantungan berlebihan pada satu sumber energi atau pasar tunggal. Oleh karena itu, strategi perekonomian nasional wajib bergeser dari sekadar respons krisis jangka pendek menuju transformasi struktural demi ketahanan ekonomi.

Pemerintah pun menetapkan tiga prioritas untuk meningkatkan ketahanan ekonomi melalui penguatan integrasi ekonomi antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), percepatan hilirisasi industri halal, dan penguatan koordinasi lintas sektor secara terpadu.

Febrian menyatakan, melalui program hilirisasi Indonesia diharapkan bisa menjadi produsen, inovator, dan pusat jaringan rantai nilai halal di tingkat global.

“Pada akhirnya, kekuatan suatu bangsa tidak ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki. Kekuatan bangsa ditentukan oleh kemampuan untuk mengubah ketidakpastian menjadi peluang, tantangan menjadi inovasi, dan krisis menjadi momentum untuk kemajuan,” katanya lagi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.