Pesawat Pembom Nuklir B-52 AS Jatuh Setelah Lepas Landas di Pangkalan Militer California

Selasa, 16 Jun 2026, 06:07 WIB

LOS ANGELES - Sebuah pesawat pembom B-52 jatuh tak lama setelah lepas landas pada Senin pagi di pangkalan Angkatan Udara AS di Gurun Mojave, California Selatan, Senin (15/6).

Dari San Diego Union Tribune, tim penyelamat darurat merespons setelah pesawat jatuh sekitar pukul 11:20 pagi di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, kata militer di platform media sosial X. Belum ada informasi langsung mengenai apakah ada korban luka.

Ket. Foto: Boeing B-52 Stratofortress, yang biasanya diawaki oleh lima orang, adalah pesawat pembom jarak jauh yang mulai beroperasi pada tahun 1955. — Sumber: Istimewa

Video dari lokasi kejadian menunjukkan kepulan asap hitam yang membubung dari gurun.

Sesaat sebelum pukul 1 siang, lapangan terbang ditutup dan semua pesawat yang akan mendarat dialihkan. Sementara itu, semua izin kunjungan non-komersial untuk pangkalan tersebut ditangguhkan "untuk memungkinkan instalasi tersebut fokus sepenuhnya pada operasi tanggap darurat," kata para pejabat dalam sebuah pernyataan.

Boeing B -52 Stratofortress, yang biasanya diawaki oleh lima orang, adalah pesawat pembom jarak jauh yang mulai beroperasi pada tahun 1955. Dirancang untuk membawa senjata konvensional dan nuklir, pesawat ini telah digunakan dalam berbagai konflik, mulai dari Perang Vietnam hingga operasi baru-baru ini di Timur Tengah.

Pangkalan Angkatan Udara Edwards adalah rumah bagi sebagian besar upaya pengujian dan pengembangan pesawat Angkatan Udara AS dan terletak sekitar 100 mil (161 km) di utara Los Angeles. Sayap Uji ke-412, yang mengelola pangkalan tersebut, juga melakukan pengujian pengembangan semua pesawat, sistem senjata, perangkat lunak, dan komponen Angkatan Udara AS sebelum dibeli oleh angkatan tersebut serta sepanjang masa pakainya.

Pangkalan gurun yang luas ini juga merupakan tempat Chuck Yeager memecahkan rekor kecepatan suara pada tahun 1947.

Kecelakaan ini terjadi hampir setahun setelah pilot pesawat penumpang regional yang terbang di atas North Dakota melakukan belokan tajam yang tak terduga untuk menghindari kemungkinan tabrakan di udara dengan pesawat pembom militer B-52 yang berada di jalur penerbangannya pada Juli lalu.

  • Pembom B-52

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.