Lewat Sensus Ekonomi, Pemkab Tanah Laut Bidik Kebijakan yang Lebih Tepat Sasaran

Selasa, 16 Jun 2026, 22:10 WIB

TANAH LAUT – Sensus Ekonomi merupakan instrumen penting untuk memetakan kondisi dan struktur perekonomian nasional secara lebih akurat.

Data yang dihasilkan tidak hanya menggambarkan perkembangan jumlah usaha, tenaga kerja, dan aktivitas ekonomi di berbagai sektor, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Ket. Foto: Petugas mendata salah satu usaha kecil rumah tangga dalam rangka Sensus Ekonomi 2016 di Palu, Sulawesi Tengah. — Sumber: ANTARA FOTO/ Basri Marzuki.

Di tengah perubahan pola bisnis akibat digitalisasi dan dinamika ekonomi global, hasil Sensus Ekonomi dapat membantu mengidentifikasi peluang pertumbuhan, tantangan struktural, serta arah pengembangan sektor-sektor strategis yang menopang perekonomian nasional.

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala), Kalimantan Selatan, memanfaatkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan potensi usaha di berbagai sektor sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran.

Upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan penuh pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, perangkat daerah, dan para camat terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanah Laut.

Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli di Pelaihari, Kabupaten Tala, Selasa (16/6), mengatakan pemerintah membutuhkan data ekonomi yang akurat untuk membaca potensi dan tantangan pembangunan daerah secara lebih komprehensif.

"Di tengah berbagai tantangan pembangunan saat ini, pemerintah dituntut bekerja semakin profesional, adaptif, dan berbasis data. Kebijakan yang tepat sasaran, pelayanan publik yang berkualitas, serta pembangunan yang berdampak bagi masyarakat memerlukan dukungan data yang akurat dan terpercaya," ujar Zazuli.

Menurut dia, Sensus Ekonomi 2026 menjadi instrumen penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dunia usaha yang berkembang di Tanah Laut, mulai dari usaha mikro hingga sektor usaha berskala besar.

Pendataan yang dilakukan secara door to door tersebut juga menjadi langkah memperbarui basis data usaha sehingga pemerintah memiliki pijakan yang kuat dalam merumuskan program pengembangan ekonomi dan investasi.

"Melalui sensus tersebut, berbagai sektor usaha akan didata secara menyeluruh guna menghasilkan data ekonomi yang akurat. Data tersebut nantinya menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan," katanya.

Selain menjadi acuan pemerintah, data hasil sensus juga dapat dimanfaatkan kalangan dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun strategi pengembangan ekonomi yang lebih efektif dan sesuai kondisi lapangan.

Pemkab Tanah Laut menilai keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang menjadi responden dalam kegiatan pendataan tersebut.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang jujur dan benar demi menghasilkan data berkualitas bagi pembangunan daerah dan nasional," ucap Zazuli.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Tanah Laut berharap potensi usaha yang selama ini belum terpetakan secara optimal dapat teridentifikasi dengan baik sehingga mampu menjadi dasar dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja baru di daerah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.