World Cities Summit 2026: Gubernur Pramono Targetkan Jaringan MRT Capai 46 Km di 2034

Senin, 15 Jun 2026, 19:05 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memaparkan berbagai capaian dan pengembangan layanan publik Jakarta dalam forum Mayors Forum: Providing Reliable and Efficient Municipal Services yang menjadi bagian dari rangkaian World Cities Summit (WCS) 2026 di Singapura, Minggu (14/6).

Forum internasional tersebut diikuti sekitar 100 pemimpin kota dari berbagai negara, termasuk perwakilan dari London, Berlin, dan Guangzhou. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pemimpin daerah untuk berbagi pengalaman serta membangun peluang kerja sama dalam peningkatan layanan dasar perkotaan.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memaparkan berbagai capaian dan pengembangan layanan publik Jakarta dalam forum Mayors Forum: Providing Reliable and Efficient Municipal Services yang menjadi bagian dari rangkaian World Cities Summit (WCS) 2026 di Singapura, Minggu (14/6). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menjelaskan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu sektor yang menjadi fokus utama adalah transportasi publik yang terus diperluas guna mendukung mobilitas warga dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Menurut Pramono, cakupan layanan transportasi publik di Jakarta saat ini telah mencapai 92,5 persen. Untuk memperkuat layanan tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,2 triliun pada 2026 guna memperluas jaringan layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga.

Selain pengembangan layanan bus, Pemprov DKI Jakarta juga melanjutkan pembangunan jaringan transportasi berbasis rel. Pemerintah menargetkan jaringan MRT Jakarta mencapai 46,5 kilometer pada 2034, sementara jaringan LRT ditargetkan berkembang hingga 21,8 kilometer pada 2029.

Jakarta juga tengah menyiapkan pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) baru di kawasan Dukuh Atas yang direncanakan mulai beroperasi pada 2027. Proyek tersebut dikembangkan bersama Shenzhen Metro untuk mengintegrasikan lima moda transportasi sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan perkotaan.

Di sektor pendidikan, Pramono memaparkan bahwa program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) telah menjangkau ratusan ribu penerima manfaat. Hingga saat ini, sebanyak 707.477 siswa dan 15.825 mahasiswa telah menerima dukungan pendidikan melalui kedua program tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memperluas akses pendidikan melalui penyediaan layanan pendidikan gratis di 103 sekolah swasta. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.

Sementara di bidang kesehatan, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat layanan berbasis masyarakat melalui program Pasukan Putih yang melayani lanjut usia dan penyandang disabilitas. Selain itu, layanan konseling kesehatan mental JakCare juga dihadirkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh pendampingan psikologis secara lebih mudah dan cepat.

Pramono menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang kompetitif sekaligus nyaman untuk ditinggali seluruh lapisan masyarakat.

"Kami masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Namun, kami tetap berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai kota global yang lebih layak huni bagi semua," ujar Pramono.

Partisipasi Jakarta dalam World Cities Summit 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional antar kota dunia. Melalui forum tersebut, Jakarta berharap dapat memperluas kerja sama global sekaligus mengadopsi berbagai praktik terbaik dalam pengelolaan layanan publik yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan warga.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.