DLH Cianjur Gencarkan Pemilahan Sampah dari Rumah, Libatkan RT dan Aparat Desa Tekan Sampah ke TPAS Mekarsari.
Senin, 15 Jun 2026, 19:02 WIBDinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan sosialisasi terkait pemilahan sampah dari rumah melibatkan aparat desa hingga ketua RT di masing-masing wilayah guna menekan tonase sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari.
Kepala DLH Cianjur Komarudin di Cianjur, Senin, mengatakan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) membuat tonase sampah mengalami peningkatan sejak dua bulan terakhir.
Bahkan tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik di pusat kota karena rendahnya kesadaran masyarakat membuang sampah tepat waktu serta faktor armada yang sudah berusia tua membuat jadwal pengangkutan yang tidak berjalan maksimal.
"Sosialisasi dilakukan di setiap kegiatan pemerintah daerah dan di sejumlah titik hari bebas kendaraan atau car free day di akhir pekan, agar tonase sampah yang masuk ke TPS dan TPAS dapat ditekan, namun saat ini jumlahnya terus bertambah," katanya.
Dia menjelaskan sosialisasi melibatkan aparat desa hingga ketua RT dilakukan agar tepat sasaran sehingga program pilah sampah dari rumah dapat berjalan maksimal termasuk pembentukan bank sampah di lingkungan RT/RW terutama di Kecamatan Cianjur, Ciranjang, dan Cipanas.
Keberadaan bank sampah di masing-masing wilayah dinilai dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPS sebelum diangkut ke TPAS Mekarsari, karena sebelum dibuang akan kembali dipilah ulang.
Upaya lain dengan beroperasi delapan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di mana sistem pengelolaan sampah skala kawasan atau komunal yang berfokus pada pengumpulan, pemilahan, dan pendauran ulang sampah, membuat volume sampah ke TPAS terus menurun.
"Delapan TPS3R di Cianjur rata-rata dapat mengolah sampah 5 sampai 7 ton per hari, sehingga jumlah sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari setiap harinya 60 persen sampah organik dan 40 persen anorganik," katanya.
Setiap hari ratusan ton sampah yang masuk ke TPAS sebagian besar masih dapat diolah menjadi pupuk organik atau botol plastik yang memiliki nilai ekonomis, namun masih banyak yang membuang tanpa memilah dari rumah.
"Kami berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat menekan jumlah sampah yang masuk setiap harinya, termasuk mendirikan bank sampah dan TPS3R baru di sejumlah titik terutama di wilayah penghasil sampah terbanyak seperi Cianjur, Ciranjang, dan Cipanas," katanya.
- pemilahan sampah
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Iran Isyaratkan Mundur dari Piala Dunia 2026 Akibat Tindakan AS
-
Tak Berizin, Lapangan Padel di Cilandak akan Dibongkar Satpol PP
-
Aturan Pembatasan Operasional Truk pada Arus Mudik Lebaran
-
Swasembada Pangan Butuh Energi Baru, Bupati Banyuwangi Panggil Kaum Milenial
-
Bayern Muenchen Pastikan Juara Bundesliga 2025/26
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.