Yogyakarta Bisa Jadi Barometer Pengembangan Ekraf di Indonesia
Minggu, 14 Jun 2026, 03:25 WIBYOGYAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi panutan dalam pengembangan ekonomi kreatif dari berbagai daerah karena mempunyai modal kuat dalam ekosistem budaya yang melahirkan inovasi dan kreativitas.
"Bagaimana daerah dengan budayanya yang kuat itu sebagai hulunya, turunannya dengan sentuhan inovasi, kreativitas, dan teknologi di situlah ekonomi kreatif hadir," kata Riefky, di Yogyakarta, Sabtu.
Menurutnya, hal itu bisa dilihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan DIY di antara 15 provinsi lain sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif untuk mendukung penguatan perekonomian Indonesia.
"Tugas Kementerian Ekraf adalah bagaimana sektor ekonomi kreatif itu meningkat investasinya," tegasnya.
Kementerian Ekraf saat ini tengah mendorong munculnya pelaku usaha lokal yang siap untuk naik kelas ke skala nasional hingga internasional yang berpotensi meningkatkan investasi, ekspor dan tenaga kerja berkualitas.
"Selama ini Ekraf di Yogyakarta luar biasa perkembangannya, tak hanya berkembang tapi menghilirisasi menjadi nilai ekonomi yang juga telah dilakukan," kata Riefky.
Melihat potensi tersebut, lanjutnya, pemerintah pusat akan terus berkolaborasi supaya jenama di tingkat lokal Yogyakarta bisa naik kelas melalui proses kurasi bersama dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan penduduk di wilayah yang ia pimpin itu termasuk sedikit, dengan jumlah sekitar setengah juta jiwa.
Namun, lanjut dia, secara angka penghuni bisa mencapai satu juta jiwa dikarenakan Kota Yogyakarta banyak didatangi para pendatang yang heterogen.
"Kota Yogyakarta tidak punya sumber daya alam, tapi punya sumber daya manusia, sehingga kami harus mengandalkan ekonomi kreatif untuk bisa meningkatkan pendapatan di Kota Yogyakarta," kata Hasto.
Di hadapan Riefky, Hasto mengatakan perlunya pengembangan sektor ekonomi kreatif yang bisa memberdayakan perempuan, serta pemberdayaan lanjut usia (lansia) yang masih bisa dikerjakan oleh warga masyarakat di Kota Yogyakarta untuk memperkuat perekonomian daerah.
"Di Yogyakarta ini kreativitas luar biasa, banyak para budayawan, para seniman, dan kemudian juga di Yogyakarta banyak acara yang sudah dibuat secara langsung oleh masyarakat," jelasnya.
Ia menyebut beberapa kegiatan kreatif yang telah berjalan, di antaranya Custom Fest, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC), dan banyak event lain yang tumbuh di Kota Pendidikan itu.
"Melalui beberapa kegiatan itu, agar kunjungan wisata, khususnya wisatawan asing, bisa meningkat di Kota Yogyakarta," kata Hasto.
Menurutnya, kunjungan wisatawan asing menjadi salah satu indikator ekonomi kreatif yang berkembang di daerah tersebut. Ant
- ekonomi kreatif yogyakarta
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.