- Home
-
- Luar Negeri
-
- PM Pakistan: AS dan Iran t...
PM Pakistan: AS dan Iran telah Sepakati Formula Kesepakatan untuk Akhiri Perang
Sabtu, 13 Jun 2026, 09:54 WIBISLAMABAD â Perdana Menteri Pakistan mengatakan Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati rumusan perjanjian yang bertujuan untuk mengakhiri perang mereka di Timur Tengah dan para mediator sedang bekerja untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut.
Associated Press melaporkan, Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengatakan AS dan Iran telah mencapai "teks final yang disepakati." Ia mengatakan Pakistan, yang telah memimpin upaya mediasi, sedang bekerja sama dengan negara-negara yang bertikai mengenai langkah selanjutnya.
âKedamaian belum pernah sedekat ini seperti sekarang,â kata Sharif dalam sebuah unggahan di X, Jumat (12/6).
Terobosan yang tampak dalam negosiasi ini terjadi setelah Iran terlibat baku tembak dengan AS dan Israel selama tiga hari pekan ini, mengancam akan mengembalikan Timur Tengah ke perang skala penuh.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada hari Jumat bahwa kesepakatan "belum pernah sedekat ini" dalam sebuah unggahan di media sosial. Presiden AS Donald Trump, yang telah beberapa kali mengatakan dalam beberapa pekan terakhir bahwa kedua negara berada di ambang kesepakatan, membagikan unggahan Araghchi di media sosialnya sendiri.
Perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari telah mengguncang Timur Tengah dan praktis menghentikan pengiriman minyak dan gas alam dari Teluk Persia. Gencatan senjata yang rapuh telah berlaku sejak 7 April.
Araghchi mengatakan kepada televisi pemerintah Iran pada hari Jumat bahwa kedua belah pihak sedang berupaya untuk menandatangani perjanjian awal yang menyatakan berakhirnya perang "di semua lini, termasuk Lebanon."
Israel telah memerangi milisi Hizbullah yang bersekutu dengan Iran di Lebanon sejak awal Maret. Israel bukan pihak dalam negosiasi antara AS dan Iran, dan para pemimpinnya telah mengatakan mereka tidak berencana menarik diri dari Lebanon.
Araghchi mengatakan ketentuan yang berkaitan dengan program nuklir Iran akan diselesaikan dalam waktu 60 hari setelah perjanjian awal ditandatangani. Ia mengatakan para pihak dapat sepakat untuk memperpanjang periode tersebut.
Program nuklir Iran telah menjadi titik perpecahan utama. AS dan Israel khawatir program tersebut dapat mengarah pada senjata atom â alasan utama yang dikemukakan para pemimpin mereka untuk berperang. Teheran bersikeras upaya nuklirnya adalah untuk tujuan damai.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS, yang memberikan penjelasan kepada wartawan dengan syarat anonim sesuai aturan yang ditetapkan oleh Gedung Putih, mengatakan pada hari Jumat bahwa kesepakatan yang sedang disusun akan memulai proses penghancuran atau pemindahan uranium milik Teheran.
Pejabat itu mengatakan periode 60 hari setelah kedua belah pihak menandatangani kesepakatan akan digunakan untuk menyelesaikan detail teknis untuk memindahkan uranium milik Iran. Pejabat itu tidak merinci siapa yang menurut AS akan bertanggung jawab atas pemindahan uranium tersebut, yang diyakini terkubur di bawah tiga situs nuklir yang dihantam oleh serangan AS tahun lalu.
Bottom of Form
Hal penting lainnya adalah penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, jalur pelayaran vital untuk minyak dan gas alam. Gangguan transit melalui selat tersebut telah membatasi pasokan energi global, menaikkan harga bahan bakar, dan membuat makanan serta kebutuhan pokok lainnya menjadi lebih mahal di luar kawasan tersebut.
Pejabat AS tersebut mengatakan bahwa kesepakatan yang sedang dirancang mencakup ketentuan untuk membuka kembali selat tersebut.
Araghchi mengatakan Iran menginginkan kesepakatan yang memungkinkan Teheran untuk memungut biaya dari kapal "atas jasa yang diberikan" ketika mereka melintasi Selat Hormuz. Iran telah memberlakukan sistem pungutan tol selama perang, yang menurut AS dan negara-negara lain melanggar hukum internasional.
âAkan ada biaya yang terlibat,â kata Araghchi, âdan biaya tersebut harus dibayar.â
Komando Pusat AS pada Jumat malam mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial, mereka mencegat beberapa drone serang Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Kesepakatan Bisa Ditandatangani dalam Beberapa hari
Tiga pejabat regional mengatakan kesepakatan yang sedang dirancang juga diharapkan mencakup pencabutan sanksi terhadap Iran secara bertahap dan pelepasan aset Iran yang dibekukan. Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas negosiasi tersebut.
Mereka mengharapkan upacara penandatanganan perjanjian tersebut dalam beberapa hari mendatang setelah para pejabat di Washington dan Teheran menyetujuinya.
Pada hari Kamis, Trum mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi, beberapa jam setelah ia mengancam akan meningkatkan serangan dan merebut industri minyak Iran.
PM Benjamin Netanyahu mengatakan Israel bukanlah pihak dalam kesepakatan yang sedang dinegosiasikan. Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, ia mengatakan ia dan Trump "sepenuhnya sepakat" Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa Israel juga mengharapkan Trump untuk menjunjung tinggi kepentingan utama Israel, termasuk melemahkan program rudal Iran dan jaringan proksinya.
Katz memperingatkan bahwa Israel masih dapat bertindak secara independen terhadap Iran dan bahwa negara itu tidak akan menarik diri dari zona yang didudukinya di Lebanon, Suriah, dan Gaza, juga tidak akan menarik diri dari kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat bagian utara yang diduduki Israel.
- Perundingan AS-Iran
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Ribuan Warga Antusias Antre Masuk Istana untuk Silaturahmi dengan Presiden
-
Likuiditas Melimpah! Uang Beredar Tembus Rp10.089,9 Triliun
-
Jelang Ramadan, Polda Maluku Gelar Operasi Keselamatan
-
Waspada Predator Incar Anak, IDAI Bongkar 6 Tahap Licik Child Grooming yang Jarang Disadari Orang Tua
-
KAI Luncurkan KA Brumbung Cargo Relasi Demak-Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.