Lumayan Nendang! BPOLBF Kantongi Potensi Transaksi Rp422,5 Juta di Pameran DXI 2026

Rabu, 29 Apr 2026, 13:30 WIB

KUPANG – Suasana pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 di Jakarta International Convention Center ternyata membawa angin segar buat promosi pariwisata Labuan Bajo. Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mencatat potensi transaksi sementara tembus Rp422,5 juta selama gelaran 23–26 April 2026.

Angka ini jadi sinyal kalau minat wisata petualangan—mulai dari diving sampai eksplorasi alam ekstrem—masih tinggi, dan Labuan Bajo tetap jadi magnetnya. Interaksi langsung dengan pengunjung di booth juga kelihatan cukup efektif, karena bukan cuma sekadar promosi, tapi benar-benar mendorong minat transaksi di tempat.

Ket. Foto: Seorang pegawai BPOLBF sedang mempromosikan paket wisata kepada seorang calon wisatawan di Jakarta. — Sumber: ANTARA/Ho-BPOLBF

Dengan capaian ini, BPOLBF seolah menegaskan bahwa strategi jemput bola lewat event seperti DXI bukan cuma soal branding, tapi juga nyata menghasilkan perputaran ekonomi. Tinggal bagaimana momentum ini terus dijaga, supaya angka “potensi” bisa benar-benar jadi transaksi riil yang berdampak ke pelaku wisata di daerah.

Plt Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (28/4), mengatakan keikutsertaan BPOLBF dalam pameran tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Labuan Bajo Flores sebagai destinasi unggulan wisata bahari dan petualangan di Indonesia.

"Partisipasi BPOLBF dalam DXI 2026 memberikan hasil yang cukup positif, baik dari sisi peningkatan awareness maupun potensi transaksi yang berhasil dibukukan," katanya.

Ia menyebut capaian tersebut menunjukkan minat pasar terhadap Labuan Bajo Flores, khususnya untuk produk wisata minat khusus seperti perjalanan kapal phinisi dan aktivitas menyelam, terus meningkat.

Menurut dia, potensi transaksi selama pameran didominasi minat terhadap paket sharing trip phinisi ke Labuan Bajo serta aktivitas diving di kawasan tersebut.

Selama empat hari pelaksanaan, stan BPOLBF mencatat 72 kunjungan yang terdiri atas 49 calon pembeli potensial dan 23 pengunjung yang mencari informasi terkait produk pariwisata.

Pengunjung stan tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, serta wisatawan mancanegara dari Jerman, Amerika Serikat, dan Tiongkok.

Andhy mengatakan BPOLBF tidak hanya mempromosikan paket wisata bahari dan selam, tetapi juga memperkenalkan paket wisata darat di Labuan Bajo Flores guna mendorong penyebaran wisatawan ke wilayah daratan Pulau Flores.

Langkah itu diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat di berbagai destinasi, sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan melalui ragam atraksi budaya, alam, dan desa wisata di Flores.

Ia menambahkan pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata, seperti operator phinisi, hotel, pusat selam, dan agen perjalanan, agar dapat menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, BPOLBF juga menggandeng sejumlah mitra industri pariwisata melalui penitipan materi promosi, antara lain dari sektor kapal phinisi, perhotelan, pusat selam, dan agen perjalanan.

Keikutsertaan BPOLBF dalam DXI 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas serta mendorong transaksi industri pariwisata di Labuan Bajo Flores.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.