Suporter Meksiko Beri Dukungan untuk Iran di Tengah Bayang-Bayang Perang dan Polemik Politik
Jumat, 12 Jun 2026, 00:20 WIBTIJUANA, MEKSIKO â Tim nasional Iran menemukan dukungan tak terduga menjelang Piala Dunia. Saat para pemain keluar dari hotel mereka di Tijuana, Kamis (11/6), puluhan suporter Meksiko menyambut dengan sorakan dan permintaan tanda tangan, seolah-olah mereka sedang mendukung tim nasional sendiri.
âVamos Iran! Vamos Iran!â teriak sekitar 30 penggemar yang menunggu kedatangan para pemain Iran.
Mereka meminta tanda tangan para pemain, termasuk penyerang andalan Iran, Mehdi Taremi.
Salah satu suporter, Jose Leyva, pekerja restoran pizza berusia 28 tahun, bahkan menunggu selama beberapa jam di balik pagar hotel demi mendapatkan tanda tangan sang bintang.
âSaya merasa kasihan kepada mereka. Menurut saya, politik seharusnya tidak dicampurkan dengan olahraga,â kata Leyva kepada AFP.
Piala Dunia kali ini memang tidak lepas dari pengaruh situasi geopolitik. Turnamen yang digelar bersama oleh Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada tersebut berlangsung di tengah ketegangan konflik Timur Tengah yang turut menyeret perhatian dunia.
Tim nasional Iran, yang dikenal dengan julukan Team Melli, harus menghadapi situasi yang tidak biasa ketika persiapan mereka terganggu oleh dinamika politik internasional.
Menjelang turnamen, kebijakan imigrasi Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump memicu kontroversi setelah seorang wasit top, sejumlah pejabat Iran, serta beberapa suporter mengalami penolakan masuk ke AS.
âItu salah. Mereka memperlakukan semua orang seperti teroris,â ujar Leyva.
Ia bahkan menilai Piala Dunia seharusnya digelar hanya di Meksiko karena kecintaan masyarakat negara tersebut terhadap sepak bola.
âKami adalah tuan rumah terbaik,â katanya.
Senada dengan Leyva, Lisa Arambula, mahasiswa hukum berusia 40 tahun, mengaku bangga menyambut kedatangan tim Iran.
âSaya ingin para pemain merasakan semua kasih sayang dan cinta dari kami. Meksiko selalu menyambut tamu dengan tangan terbuka,â ujarnya.
Masalah geopolitik juga berdampak langsung pada persiapan Iran. Mereka awalnya berencana memainkan pertandingan uji coba terakhir melawan Puerto Rico di Amerika Serikat.
Namun, rencana tersebut batal setelah agenda perjalanan ke Arizona dibatalkan.
Grenada sempat bersedia menjadi lawan pengganti, tetapi akhirnya mundur pada menit terakhir dengan alasan persiapan yang tidak mencukupi.
Situasi tersebut menjadi gambaran bagaimana perjalanan Team Melli menuju Piala Dunia ikut terguncang oleh faktor di luar lapangan.
Pada akhirnya, sebuah klub lokal di Tijuana bergerak cepat mengatur pertandingan persahabatan antara tim U-21 mereka melawan Iran pada Rabu.
Dalam laga tersebut, Iran menang meyakinkan 3-0.
Meski demikian, Arambula menilai pertandingan itu tetap tidak bisa menggantikan rencana latihan awal yang telah disusun.
âIni tidak bisa menggantikan persiapan yang seharusnya mereka jalani,â ujarnya.
Di tengah tekanan politik dan ketidakpastian, Iran justru menemukan dukungan dari tempat yang tidak diduga. Di Tijuana, sepak bola menunjukkan sisi lain dari dirinya: mampu mempertemukan manusia ketika isu dunia terasa semakin terpecah.
- Meksiko
- Piala Dunia 2026
- Timnas Iran
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Timnas Kroasia Menatap Piala Dunia 2026: Generasi Baru Vatreni Melanjutkan Warisan Modric
-
Ghana dan Ambisi Besar di Piala Dunia 2026: Perpaduan Pengalaman dan Talenta Muda
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
-
Timnas Inggris Menuju Piala Dunia 2026: Generasi Emas The Three Lions Siap Memburu Mahkota Dunia
-
Inggris Tutup Persiapan Piala Dunia 2026 Lawan Kosta Rika, Tuchel Cari Formula Terbaik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.