Pertamina Perkuat Kesiapsiagaan Tanggap Darurat SPBU di Aceh

Jumat, 12 Jun 2026, 18:38 WIB

BANDA ACEH - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat kesiapsiagaan bencana guna meningkatkan aspek keselamatan operasional di lingkungan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh.

"Salah satu kegiatan yang kita lakukan untuk memperkuat aspek keselamatan adalah lewat kegiatan pelatihan dan simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang dilaksanakan SPBU CODO 13.233.404 di Kabupaten Aceh Besar," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw di Banda Aceh, Jumat.

Ket. Foto: Pelatihan dan simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang dilaksanakan SPBU CODO 13.233.404 di Kabupaten Aceh Besar. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pertamina

Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk terus meningkatkan budaya keselamatan di seluruh lini operasional.

"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional Pertamina," katanya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Sales Area Retail Aceh, Fuel Terminal Krueng Raya, PT Elnusa Petrofin, dan HSSE Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 75 peserta itu, dimulai dari pelatihan First Aider yang berlangsung di Ruang Serbaguna Sales Area Retail Aceh, hingga sesi tabletop exercise dan simulasi lapangan yang dilaksanakan langsung di SPBU CODO 13.233.404.

Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan penanganan skenario keadaan darurat berupa terjadinya luberan BBM saat proses pembongkaran yang kemudian memicu kebakaran pada Mobil Tangki PT Elnusa Petrofin di area SPBU.

Menurut dia simulasi dilakukan untuk menguji efektivitas prosedur tanggap darurat, koordinasi antar fungsi, serta kesiapan personel dalam menghadapi potensi insiden di lapangan.

“Kami ingin memastikan seluruh personel, mitra kerja, dan pemangku kepentingan terkait memiliki kesiapan serta kemampuan respons yang cepat dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat sehingga risiko terhadap manusia, lingkungan, maupun aset perusahaan dapat diminimalkan,” kata Fahrougi.

Sementara itu, Regional Manager HSSE Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agoeng Priyanto, menyampaikan bahwa simulasi penanggulangan keadaan darurat merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh personel dan mitra kerja memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi risiko operasional.

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab fungsi HSSE, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pekerja dan mitra kerja dalam setiap aktivitas operasional," katanya.

Pihaknya berharap seluruh personel semakin siap menghadapi kondisi darurat sehingga dapat meminimalkan risiko terhadap manusia, lingkungan, aset, dan keberlangsungan operasional. Ant

  • Pertamina

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.