Ketegangan Amerika Serikat–Iran Picu Lonjakan Harga Minyak

Jumat, 12 Jun 2026, 01:00 WIB

TEHERAN – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan pada Kamis (11/6) di sejumlah titik kawasan Timur Tengah. Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah upaya perundingan yang masih berlangsung untuk meredakan konflik yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir, sekaligus memicu kembali kekhawatiran global termasuk lonjakan harga minyak dunia.

Dilansir dari Channel NewsAsia, serangan balasan terjadi untuk hari kedua berturut-turut, dengan Iran menargetkan sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk. Situasi ini turut berdampak pada pasar energi global yang kembali mencatat kenaikan harga minyak.

Ket. Foto: Rilis cuplikan gambar video dari Komando Pusat AS (CENTCOM) Kamis (11/6) menunjukkan serangan yang menargetkan “kemampuan pengawasan militer Iran, sistem komunikasi, dan situs pertahanan udara”. — Sumber: AFP/Handout/Komando Pusat AS (CENTCOM)

Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan bahwa proses negosiasi dengan Teheran telah mendekati kesepakatan, kembali menyoroti lambatnya perkembangan diplomasi. Ia menilai Iran belum menunjukkan langkah yang cukup progresif dalam perundingan.

“Mereka terus mempermainkan kita dan sekarang harus membayar harganya,” ujar Trump.

Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan “serangan pertahanan diri tambahan” pada Rabu (10/6) sore waktu Washington atau Kamis dini hari waktu Iran. Operasi tersebut disebut sebagai respons atas apa yang mereka gambarkan sebagai “aksi agresi yang berkelanjutan dan tidak beralasan” dari pihak Iran.

Di sisi lain, media Iran melaporkan terjadinya sejumlah ledakan di wilayah selatan negara itu yang berada dekat dengan Selat Hormuz, termasuk di Bandar Abbas, Qeshm, dan Minab. Beberapa laporan juga menyebut adanya dampak di wilayah Kargan dan Sirik akibat serangan yang terjadi.

CENTCOM menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan infrastruktur pertahanan Iran, termasuk sistem pengawasan militer, jaringan komunikasi, dan fasilitas pertahanan udara. Pihak AS juga menegaskan penggunaan amunisi presisi untuk menyerang target yang dianggap mengancam pasukan mereka serta jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melakukan serangan balasan terhadap beberapa pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain. Media Iran juga melaporkan adanya operasi drone yang menyasar fasilitas milik Armada Kelima AS di Bahrain.

Pemerintah Bahrain mengeluarkan peringatan keamanan dan meminta warga untuk segera mencari tempat perlindungan setelah adanya ancaman udara. Di waktu yang hampir bersamaan, Kuwait sempat menutup sementara wilayah udaranya setelah sistem pertahanan udara diaktifkan untuk menghadapi potensi serangan udara.

Ketegangan juga semakin meningkat di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Iran memperingatkan akan merespons setiap aktivitas militer yang dianggap mengancam di kawasan tersebut. Namun, klaim terkait penutupan jalur pelayaran tersebut dibantah oleh pihak AS, yang menyatakan bahwa arus lalu lintas kapal komersial masih tetap berlangsung.

Perbedaan Pandangan

Dalam perkembangan lain, kedua pihak tetap menyampaikan pernyataan yang mencerminkan perbedaan pandangan tajam mengenai arah diplomasi. Iran menegaskan bahwa kesepakatan tidak dapat dicapai melalui tekanan atau ancaman militer, sementara AS menyatakan bahwa operasi pertahanan dapat terus dilakukan apabila situasi di lapangan tidak mereda.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, upaya diplomasi masih disebut berlangsung terbatas dengan keterlibatan mediator dari Qatar yang dilaporkan berupaya menjembatani perbedaan posisi kedua pihak.

Eskalasi konflik ini juga memberikan dampak pada pasar global. Harga minyak kembali mengalami kenaikan, sementara bursa saham di Asia melemah mengikuti tren penurunan di Wall Street akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Uji Coba Lawan Persita Jadi Pelajaran Berharga, PSS Sleman Siap Berbenah!

Ambulans Terbang Segera Terwujud? BRIN Matangkan Ekosistem Pesawat N219

Bikin Kaget! Kenapa Bupati Aceh Barat Larang Lomba Panjat Pinang Saat HUT ke-81 RI?

Shayne Pattynama Kembali ke Persija Jakarta, Begini Reaksi Bahagianya

Tak Tinggal Diam, TNI AU Gerak Cepat! 13 Ton Bantuan Dikirim untuk Korban Gempa NTT

Taman Safari Kembali Gelar Kompetisi Fotografi dan Video Satwa IAPVC, Tahun Ini Ada Dua Kategori Baru!

Duka Gempa NTT Sampai ke Amerika, Kedubes AS Sampaikan Belasungkawa

Mau Naik Kereta Murah? KAI Daop 2 Siapkan 4.040 Kursi dalam Promo 17 Agustus

Bikin Geger! Polda Jatim Selidiki Motif Pria di Balik Pelemparan Bom Molotov

Mimpi yang Jadi Nyata! Perjuangan Paskibraka Nasional 2026 hingga Berdiri di Istana

Antusias Sambut HUT Ke-81 RI, Warga Rela Berburu Undangan hingga Siapkan Baju

500 Pendaki Tim Ekspedisi 81 akan Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Arjuno

Meriahkan HUT RI, Kemenbud Gelar Cultural Fair Day, Sajikan Ragam Produk dan Karya Budaya

Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok

Pascagempa M6,4 di Simalungun, KAI Divre Sumut Pastikan Jalur Kereta Api Aman

Setu Babakan Adakan Pameran Temporer Tahunan, Hidupkan Mainan Tradisional Betawi

Polisi Gerebek Kasino di Batam, 197 Orang Ditangkap

73 Paskibraka Sulsel Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI.

Dua Pos Lantas Surabaya Diduga Dilempar Molotov, Polisi Amankan Seorang Pria.

Bantuan Sembako Presiden Prabowo Tiba di Maumere untuk Warga Terdampak Gempa.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.